Kamis, 13 Juni 2013

Satu Kemenangan




diantara rasa yang berkecamuk itu, sesaat lau kutergores oleh ketidak pedulian. 




menembus alam fikirku, ternyata hidup ada tujuan. 




menari di sela asa mencari disebuah realita bergerak mengitari sang fatamorgana




kesaksian naluri adakalanya terpatri didiri yang bergolak dengan emosi




hanya berlalu tanpa kaidah. kutelusuri pemahaman arti ku gali akan tabiat diri




banyak sudah riwayat yang tak terperi. hanya menyambung kesia siaan. 




kini mahkota itu bertengger diantara kelakar dan rimbunnya belukar




tinggal menuju sesuatu yang mampu kuburu. 




jejak kalimat yang tersingkap jelas memberi artian yang genap




masa itu kan tiba seiring langkah yang kan kutuju..




hanya doa dan keridhoan sang mafhum. 




perjalanan ini akan terus kupijak meskipun alam tak bersahabat....

Memburu Bahasa Kalbu



Sejenak terdiam menerawang kisah yang mengganggu




seolah perbuatan mencengkrang akan kemampuan




takdir tak bisa terhindar tabir yang selalu menyulut api semangat




menakjubkan perbuatan itu




sesaat lalu menghampiri secepat kilat mengelilingi hendak pergi




gemuruh siulan menghentakkan sanubari dan mencoba mendekati




tapi ku bisa menghindari dari kejaran yang tak hakiki




menatap malam sekedar menyongsong pagi mendekap dalam seumpama masih ada haga diri




terseok melaju tersungkur di tengah penjuru




meraba makna hati, meneliti artian diri




untuk apa aku hidup dan untuk apa aku sanggup




hanya sang waktu yang dapat menunggu..dan akan berlalu




sepaham apa diri menjalani seperti apa hati memaknai




sanggup ku berbuat sanggup pula ku bertanggung jawab




hanya mahligai tekad yang bisa mnjembatani




ku tak lari.

Senin, 10 Juni 2013

Jantungku Berdetak Kencang Ketika Kulihat Dia Keluar Dari Bank Itu.( FF )

gambar dari google

Tak percaya tapi ini memang kenyataan yang barusan kualami.

Sedih, kecewa, marah semua rasa
emosi seakan membuncah.

Bagaimana tidak, selama ini ia kupupuk dari segala kekurangannya, kutambahkan sedikit demi sedikit

dari sisa penghasilanku. Namun kini apa yang terjadi, Buyar sudah anganku yang selama ini kuimpikan

'untuk selalu bersamanya sampai akhir kelak'


Dengan langkah gontai aku meratapi keadaan yang

baru saja kualami. Air mata dan raga terasa tercabik
 cabik dan kuterduduk dibangku pojok bank itu. Sambil membolak balikkan buku tabunganku yang

kosong melompong hanya sisa saldo sebesar 100 ribu rupiah.

Sekarang aku ingat ternyata isinya telah kuambil melalui atm untuk keperluan sekolah anakkku.

Jumat, 07 Juni 2013

Menyemai Cinta Diantara Kiri Kananku



Sebenarnya sudah lama kupendam kisah ini, belum sempat kutuangkan kedalam tulisan karena ternyata aku masih menyimak dan menelisik sebab sebab kejadiannya. Awalnya aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Mengurus segala kebutuhan keluarga. Otomatis dong tiap hari selalu ada dirumah, sesekali aku sengaja bertandang kerumah tetangga sekedar ngobrol yang simpel simpel aja. Kebetulan para tetanggaku ini satu profesi denganku yaitu IRT...hehehe
 Kami suka saling curhat tentang semua hal yang telah dialami, tengah dialami dan yang akan dialami. Saking deketnya sampai sampai tidak sungkan lagi untuk menceritakan segala permasalahan yang menimpa masing masing. Entah itu soal kebutuhan ekonomi, perilaku bahkan urusan badroom-pun kami curhatkan. Ada saja tingkah polah para tetanggaku ini dan yang jelas karakter mereka unik semua.

 Si Ibu A, sukanya bercerita tentang keunggulan anak anaknya yang memang cerdas dan pintar. Si Ibu B, sukanya bercerita tentang mertuanya yang nyebelin, tapai si Ibu ini kalau bicara suka rada rada porno. Si Ibu C, suka menceritakan segala kekurangan suami dan si Ibu D, suka mencari kabar terbaru diarea komplek dimana kami tinggal. Aku sendiri, sukanya hanya mendengarkan, senyum kecil atau tertawa terbahak bahak apabila ada celotehan salah seorang diantara kami yang lucu. Begitu selalu kegiatan yang kerapkali kita lakukan. O, ya kita suka ngadain makan bersama dengan membawa lauk pauk masing masing. Hmm...Kalau mengingat ini, seru dan indah karena ada kebersamaan diantara kami. Tapi aku selalu diberi warning oleh suami agar jangan terlalu dekat dengan tetangga, katanya "boleh dekat tapi jangan terlalu dekat dan jangan juga terlalu jauh dengan tetangga, karena suatu saat bakalan ada perselisihan" katanya.

 Tiba waktunya aku merasakan kejenuhan yang teramat sangat dengan segala rutinitas dirumah, ngurus anak, nganter sekolah dan bla bla bla..Lalu kuutarakan pada suami bahwa aku ingin bekerja, karena anak anak sudah mulai besar dan mandiri. Singkat cerita aku diperbolehkan bekerja keluar dari rumah, sebagai salah satu karyawan swasta. Pergi pagi dan pulang menjelang malam. Itulah kegiatanku saat itu selama hampir empat tahun lamanya. Dan kini aku kembali menjadi Ibu Rumah Tangga kembali, kenapa? karena ternyata aku positif hamil. Dan suami menyarankan untuk berhenti dulu. Aku mengikuti apa yang dianjurkannya, karena mengingat faktor usia u... *tapi awet muda ko*..hehehe.
*****
 Dan kini akupun kembali ke (leptop) rumah, mengerjakan hal biasa lagi. Namun ada yang berbeda kali ini, kuperhatikan lingkungan sekitar rumahku jadi lebih sepi, tidak seperti dulu. Selain sebagian sudah ada yang pindah keluar kota tentunya. Suatu ketika aku tengah berada diwarung. Dan biasa, kalau ibu ibu sudah pada ngumpul diwarung pasti ada sesuatu yang jadi bahan gosipan. Secara tidak sengaja aku mendengar kalau diblok rumahku ternyata lagi ramai dibicarakan orang, dan menceritakan tentang si Ibu B, yang katanya..ini baru katanya lho, dia suka akan hal hal berbau magic..iih serem amat.

 Namun sebenarnya aku sudah tahu dari dulu tentang ini. Satu persatu para tetanggaku mulai berselisih satu sama lain. Seolah olah sengaja diadu dombakan oleh si Ibu B ini. Aku jadi teringat akan omongan suami tentang ini. Sampai sekarangpun diatara mereka masih saling bermusuhan (padahal mereka bersebelahan rumah), yang tidak diketahui apa kesalahan masing masing. Karena letak masalahnya tidak bisa terjabarkan dengan jelas. Dan aku yang memang sedari dulu tidak pernah pro sana sini, saatnya buatku untuk menyemai kembali cinta diantara kebersamaan dalam bertetangga. Yang kulakukan hanya hal kecil terlebih dahulu yaitu, berkunjung kesetiap rumah dengan terjadwal tentunya. Hari ini kerumah Ibu A, B, C, D dan seterusnya. Hanya sekedar menanyakan kabar atau sesekali kuajak untuk diskusi tentang membaca *so ngegurui banget ya* (tentunya diselingi dengan canda tawa). Entah itu tentang berita di koran, majalah dan televisi. Karena aku yakin kalau mereka *Ibu B* ini terlalu menjerumuskan diri dalam kejenuhan dan segala rutinitasnya tanpa mau membuka wawasan untuk dirinya sendiri.Jadinya yaitu tadi, suka mencari kesalahan orang lain.

 Aku menaruh harapan suatu saat harus bisa memberi pemahaman kalau apa yang dilakukannya itu salah dan menjurus ke musrik. Padahal si Ibu B ini rajin banget ibadahnya (setahu aku ini ya) wallaualam. Namun permasalah ini belum mencapai titik temu sampai sekarang. Baru beberapa orang yang mulai bisa memahami dan mencoba untuk saling menjalin silahturahmi kembali.






Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani 

 
                                                                                                                                                                                          

Rabu, 05 Juni 2013

OWH..TERNYATA...!!

Selalu saja orang itu duduk didekat lobi dimana tempatku bekerja. Dan selalu saja yang dipesannya ice coffe yang sedikit agak pahit. Dengan sorot matanya yang tajam. Kumisnya yang lebat. Perawakan tinggi seperti seorang komandan. Beliau menyunggingkan senyum seringainya yang membuatku agak sedikit ketakutan. Dan yang aku herankan. Kenapa beliau ini selalu minta meja yang mengarah kepadaku. Sambil senyam senyum genit. Dia memintaku membawakan kopi pesenannya. Dengan setengah terpaksa aku bergegas membawakan apa yang dimintanya. Dalam hati "uhhg..mudah mudahan ni orang besok ga datang datang lagi. Sebel banget lihat raut wajahnya". Lalu beliau bertanya. "siapa namamu, dek?" Ohw..Desti..ya..? *Karena ada IDcard di saku baju*. "Gimana.. Betah ga kerja disini? Aku hanya tersenyum ketus menjawab pertanyaanya. Kutoleh kebelakang, takutnya ada si bos..hihii. Gawat bisa bisa dipecat. Lalu aku pergi dari hadapannya.

Selang beberapa waktu. Ternyata apa yang aku harapkan akan ketidakhadirannya terwujud juga. Uhhg..senangnya. Namun tiba tiba temen kerjaku Yudi memberikan sepucuk kertas tisu mirip surat cinta. Karena kebetulan warna tisu itu berwarna pink . Aku ga tahu apa isinya. Bergegas kubuka, dan."mba Desti..Besok tunggu saya, ya..? Ada hal yang akan saya sampaikan. Begh" si tua bangka ini lagi! Aku ngomel. Dan temanku hanya ketawa cekikikan. Lalu kutanya temen. Dia itu siapa sih?! Lalu temanku menjawab..namany Capt Bhirawa Sambil berlalu. Dengan perasaan galau dan gelisah. Akan kehadirannya besok direstoran tempatku bekerja. Aku berusaha menenangkan diri. Aku sendiri sebenarnya heran, kenapa aku begitu khwatir, padahal kan dia cuma seorang tamu direstoran. Ataukah aku sedang merasakan getaran cinta. Ah, sudahlah..mungkin ini karena aku terlalu khawatir.

Tiba saatnya sesosok tua ini. Dengan gaya perlente sambil mengusap usap kumis tebalnya. Dan tatapan matanya yang tajam itu selalu saja seakan menyelidik. Setiap gerak gerikku. Dengan rasa waswas aku memberanikan diri mendekatinya. "Maaf pak, kemaren bapa cari saya? Ada apa ya? Lalu beliau mengeluarkan sepucuk kertas tebal berwarna hitam dengan tulisan mirip iklan. Tanpa sempat kulihat apa isi tulisannya. Owh. Kirain ada perlu apa pak?! saya sempet khawtir. Dengan menyunggingkan sedikit senyuman. Lalu dengan sekilas kuperhatikan dari dekat. Uffffs....Ternyata beliau matanya juling..hihihi..*aku jadi malu sendiri* Datang ya? Besok! Ucapnya. Lalu ku baca kertas yang diberikanya barusan. Ternyata tiket konser musik. Waah terimakasih pak, maaf ya pak, kalau saya sebenarnya telah bersikap skeptik terhadap bapak. Beliau hanya tersenyum.

******

Sorot mataku menyelidik kesana kemari mencari tempat duduk. Ternyata aku dikasih tiket klas 1 oleh si Bapa Bhirawa. Saatnya pertunjukkan dimulai. Sang MC pun mulai memperkenalkan beberapa pengisi acara para Band yang akan tampil. "Dan untuk mengawali pagelaran musik tahun ini..! Kami persembahkan sebuah grup band asal Surabaya..kita panggilkan. "The Kapten Bhirawa...'' Gjedaaaarrr..sontan aku melongo..sambil berdiri dan...cckckck..Aku pulang ahh...!!


*Si Bapa tadi ternyata manager dari grup band Kapten Bhirawa*


                     

Jumat, 31 Mei 2013

Si Hitam Manis Dalam Kaca


"Kan sudah kubilang. Jangan suka melirik lagi padaku!! Karena sebenarnya aku sudah ingin merasakan rasa muakku ini. Selalu saja kau ini mengusikku. Entah siang entah malam. Apa sih, maumu? Jawab?!! 

Oh, sekarang aku tahu. Pasti kamu selalu Jatuh Cinta setiap berada didekatku, ya? hayoo. Ngaku aja?! Eit. Tapi tunggu dulu. Aku sebenarnya penasaran kenapa selama dua puluh satu tahun ini. Kau selalu saja setia mengekorku. 

Padahal aku pernah kau jerumuskan kedalam lembah pesakitan yang amat merugikan. Tahu!! Kau sepertinya tidak peduli kala itu aku tidak punya uang sepeserpun untuk berobat. Lalu kau hanya terdiam setelah aku terkapar tak berdaya. Dimana nalurimu?" Sekarang aku inginkan pembelaanmu. Kenapa?
 Lalu kuhempaskan si hitam kedalam wadah.

***

Kuraih sibening kedalam genggamanku. Lalu kusodorkan pada ceruk dispenser bagian panasnya. Aku hanya sekedar berempati pada tubuh ini. Dan mencobaUntuk menyegarkan aliran darah yang sesaat lalu tersendat kena arus si hitam. 

Tanpa bayangan yang selalu mengikutiku selama ini. Kumencoba melakukan ritual perpisahan dengan si hitam. Kuikat, lalu kulemparkan begitu saja diatas meja dapur.

Namun apa dinyana. Ada perasaan yang mengigit dalam sanubari dan asa kesedihan yang begitu dalam. Setelah kupikir pikir ternyata aku merasakan Patah Hati yang teramat menyakitkan. 

Lalu berlariku. Kupeluk dan kuciumi si hitam dengan penuh penghayatan. Pikirku. "Ahh..Saatnya nyeduh kopi hitam..."



Kamis, 30 Mei 2013

Kerontokan Rambut Di masa ASI Ekslusif.

tips dan trik
Waduh yang pada punya baby..kayanya hampir semua ibu ngalamin yang namanya rontok kala memberikan ASI ekslusif ya..? Ini pengalamku yang lagi punya baby dan lagi rakus rakusnya si baby minum ASI.

Tak tearasa usia bayiku nginjak empat bulan dan selalu haus/lapar. Lucu dan menggemaskan lihat perkembangannya sekarang berat badannya lumayan naik terus sekarang 7,5kg. Normal tentunya.

Tapi ada yang bikin aku sedih yaitu satu persatu rambut mulai berguguran..Tapi untungnya aku selalu ingat akan omongan seorang dokter yang kebetulan langgananku sewaktu aku masih kerja di salon.

Kata beliau sih, sebenarnya obat untuk mencegah kerontokan itu ga ada yang ada hanya memperlambat tapi teteup pasti ada yang namanya Rontok. Makanya kata beliau selain rajin merawat rambut (creambath atau hair spa) ada baiknya dan ini paling penting.

"coba, biasakan tarik napas dihitungan 15 kali, hirup lewat hidung keluarkan lewat mulut secara perlahan dengan menekan perut agar aliran darah lancar"

Lakukan setiap mau tidur dan bangun tidur. Karena inilah obat paling mujarab, meskipun dalam melakukannya susah susah gampang.

Dan setelah aku coba..Ihh ternyata bener loh..selain badan jadi terasa ringan dan tingkat kelelahan yang seringkali dialami para ibu agak berkurang...hehehe.

Cobain deh..!!