JULAYJO: Maaf-Ku: Beranjak dari biduk yang penuh cambuk. Beringsut dari kealfaan yang kusut Kumerajut hal yang kalut Karena semua berujung dari rasa ...
Kamis, 27 Juni 2013
Maaf-Ku
Beranjak dari biduk yang penuh cambuk.
Beringsut dari kealfaan yang kusut
Kumerajut hal yang kalut
Karena semua berujung dari rasa takut.
Sempat kusemaput, dan kini kumulai larut
Melalui cenayang yang ikut menuntun lalu ku sebut
Menghela nafas menghembus nafsu
Mencari jelas menuai lekas, ku bergegas
Diambang malam yang bergelombang
Diam sesaat dermakan siasat akan hal yang penuh sesat
Namun ternyata tak berujung manfaat
Ku minta maaf,,,
Uraian kata ulaskan berita sebab apa kubercerita
Ternyata tiada guna,,ku minta maaf
Beringsut dari kealfaan yang kusut
Kumerajut hal yang kalut
Karena semua berujung dari rasa takut.
Sempat kusemaput, dan kini kumulai larut
Melalui cenayang yang ikut menuntun lalu ku sebut
Menghela nafas menghembus nafsu
Mencari jelas menuai lekas, ku bergegas
Diambang malam yang bergelombang
Diam sesaat dermakan siasat akan hal yang penuh sesat
Namun ternyata tak berujung manfaat
Ku minta maaf,,,
Uraian kata ulaskan berita sebab apa kubercerita
Ternyata tiada guna,,ku minta maaf
Rabu, 26 Juni 2013
Di Jalan Yang Ku Tuju
Semburat jingga yang membiaskan cahaya kemilau
Sedekat itu pula seakan ingin kuhampiri
Berjalan dengan langkah tertatih tatih
Kulirik dengan senyuman genit dan berucap
"Mau kapan?"
Kibasan harapan yang sejak lalu kubangun
Kini meronta dan menggeliat seakan pasti
Aku hanya mampu berjalan perlahan
Sebab bayanganku telah jauh meninggalkanku
Lalu kutoleh dan mencoba berdamai
"ayoo, sudah siap belum?"
Lalu berlari dan menari dengan riang
Bulan sabit merah kini menghampiriku, dan aku setuju
Sedekat itu pula seakan ingin kuhampiri
Berjalan dengan langkah tertatih tatih
Kulirik dengan senyuman genit dan berucap
"Mau kapan?"
Kibasan harapan yang sejak lalu kubangun
Kini meronta dan menggeliat seakan pasti
Aku hanya mampu berjalan perlahan
Sebab bayanganku telah jauh meninggalkanku
Lalu kutoleh dan mencoba berdamai
"ayoo, sudah siap belum?"
Lalu berlari dan menari dengan riang
Bulan sabit merah kini menghampiriku, dan aku setuju
Jumat, 14 Juni 2013
Cara Menyiasati Koneksi Internet Yang Praktis
Seperti yang tertera pada gambar, adakah saudara sekalian pernah melakukannya? Ataupun terpikir untuk melakukan hal ini..? Dipostingannya Gus Priyono di blognya yang berjudul "Cara Menyiasati Koneksi Internet Yang Praktis??" Ternyata secanggih apapun media digital kalau jaringan internet kita loading melulu ga ngaruh tuuh..Tapi di negara kita yang kaya akan ke-kreatifan anak muda jaman sekarang yang seenaknya tapi ampuh..hasilnya 'JOOOS' (minjem istilah pa'dhe ya) dan lancar abiiiiiiiiiiis..dijamin tuuh.
Mungkin saya baru mengenal mas GusPri ini setelah dicomblangi Pakdhe, padahal waktu awal dibewarakan lomba ini saya sengaja bikin status merujuk iklan lowongan cari patner. Ada beberapa yang unjuk jempol atau sekedar ikutan komen doang. Tapi ternyata ga ada satupun yang berani memperkenalkan diri, secara kalau saya yang duluan masih say say cat..hehehe.
Lama dinanti, padahal saya eksaitit banget pengen ngikut lombanya Pak'dhe ini. Selain ngincer hadiahnya tentulah saya ingin lebih memperlancar hobi tulis menulis ini. Ehhh, ternyata yang punya hajat ngasih rekomen blognya mas GusPri ini..terimakasih Pak'Dhe..akhirnya saya laku juga...hihihi.
Blognya mas GusPri ini, berjudul 'Cara Menyiasati Koneksi Internet Yang Praktis' Ssssstt...Ternyata selidik punya selidik, setelah kita inboxan di fb, si mas Pri ini baru saja di aprove google adsense, setelah hampir 5 tahun lebih ngeblog..haiyaaaa selamat selamat..ya mas Pri saya ikut senang, lebih senang lagi kalo dikasih transperan dari adsensenya,,,hihihihi..ngarep.com
Mungkin karena koneksi internetnya mas Gus Priyono ini memakai cara seperti pada gambar postingannya, makanya blog beliau jadi di aprove*..hiks..kabita pisan kata orang sunda mah.
So buat mas GusPri, bikinin dooooong atuuuu aja..!?!? ya..ya..yaaa. Kali kali blog saya juga di aprove ma esennya..Oops adsense..maksud saya..
Kamis, 13 Juni 2013
Teman karib
Dengan segala cara tertumpah oleh cerita,
Sejenak seru terkadang sendu.
Beberkan duka bebankan derita, namun tiada menyangka semua fakta telah diduga,
dan pasti bisa menerima.
Riang tanda berbagi kesenagan
Risau tanda berbagi kesusahan.
Menapak waktu mengulang sesuatu,
diantara kegundahan yg menyatu terjalin hal yang shahdu
..itulah hal yang jadi bulu perindu. sungguh ikatan yang merdu..
Satu Kemenangan
diantara rasa yang berkecamuk itu, sesaat lau kutergores oleh ketidak pedulian.
menembus alam fikirku, ternyata hidup ada tujuan.
menari di sela asa mencari disebuah realita bergerak mengitari sang fatamorgana
kesaksian naluri adakalanya terpatri didiri yang bergolak dengan emosi
hanya berlalu tanpa kaidah. kutelusuri pemahaman arti ku gali akan tabiat diri
banyak sudah riwayat yang tak terperi. hanya menyambung kesia siaan.
kini mahkota itu bertengger diantara kelakar dan rimbunnya belukar
tinggal menuju sesuatu yang mampu kuburu.
jejak kalimat yang tersingkap jelas memberi artian yang genap
masa itu kan tiba seiring langkah yang kan kutuju..
hanya doa dan keridhoan sang mafhum.
perjalanan ini akan terus kupijak meskipun alam tak bersahabat....
Memburu Bahasa Kalbu
Sejenak terdiam menerawang kisah yang mengganggu
seolah perbuatan mencengkrang akan kemampuan
takdir tak bisa terhindar tabir yang selalu menyulut api semangat
menakjubkan perbuatan itu
sesaat lalu menghampiri secepat kilat mengelilingi hendak pergi
gemuruh siulan menghentakkan sanubari dan mencoba mendekati
tapi ku bisa menghindari dari kejaran yang tak hakiki
menatap malam sekedar menyongsong pagi mendekap dalam seumpama masih ada haga diri
terseok melaju tersungkur di tengah penjuru
meraba makna hati, meneliti artian diri
untuk apa aku hidup dan untuk apa aku sanggup
hanya sang waktu yang dapat menunggu..dan akan berlalu
sepaham apa diri menjalani seperti apa hati memaknai
sanggup ku berbuat sanggup pula ku bertanggung jawab
hanya mahligai tekad yang bisa mnjembatani
ku tak lari.