Rabu, 08 Januari 2014

Kenapa Saya Ga Dapat Ide?

Sedari jam satu malam tadi, hanya bolak-balik liatin TL orang. Padahal kopi sudah satu gelas lenyap dimulut. Mana di Bandung cuaca dingin sangat. Tangan berasa kaku semua. Sebentar-bentar nguap tapi ga bisa merem juga ni mata. Yang ada malah neg di lambung. "oalah, ternyata saya belum nemu nasi sedari sinag tadi", apa sengaja lupa atau emang malas. *kebiasaan yang jelek, jangan ditiru deh!*. Padahal udang kangen pengen posting tulisan, tapi mikir sampai kepala panas juga ga dapat ide. Jadinya yaa, garuk-garuk kepala yang emang gatal, entah ketombean kali ya? atau belum keramas? Hmm, dua opsi yang dibenarkan, memang... hehehe. Ih, bisa jadi pula karena akhir-akhir ini mulai tumbuh banyak uban *bukan uban tua kali ya?, saya merasa belum tua, ko" buktinya pasti nanti pada komen deh! bener ga?* hehehe..
Lirik gelas kopi yang tinggal ampas-nya, mulai deh berdatangan gerombolan penghisap rasa manis. Siapa lagi kalau bukan "semut". Ya, semut itu saya perhatikan ko mereka suka ya sama ampas kopi? Ah... sudahlah. Saya ga mau bahas kopi dan semut, suka panjang urusannya.

Kembali ke topik deh. Tapi bentar dulu ada inbox masuk, ya? silahkan disimak baik-baik celotehan saya. Kalau perlu dan emang harus, coba kasih ide dong? Apa yang musti saya tulis? Boleh tentang tips-trik atau puisi atau juga pengetahuan. Tapi jangan tentang travelling ya, kurang suka. *padahal ga punya dana tuuh, hehe*. Lihat jam di dinding menunjukkan angka 03.40, adzan awal subuh sudah berlalu. Badan mulai kedinginan nih. ambil mantel dulu ya, sebentar. Ihh, ternyata saya ga punya mantel ding! hahaha.. Ya, kepaksa pake sarung punya suami, lho! Sst... mumpung orangnya belum balik gawe. Kain sarung kubalutkan mirip orang yang ngeronda gituu! hmm, lumayan sedikit anget nih. Duhh, tapi kenapa pula ni kepala ko gatal melulu ya..? Sebentar-sebentar garuk, tapi posisi gatal-nya tetep disitu-situ juga, dibagian tengah kepala. Alamak! Sekarang nambah pula masalahnya! Apaan coba? Yups, laperrr asli nih. Tapi posisi lagi pewe. Mau beranjak dari tempat duduk ko males-nya minta ampun, efek kedinginan kali ya? *hehe, padahal posisi saya jongkok diatas kursi* soalnya kaki juga pas diraba dingin banget. 

Tapi ada yang lebih menyebalkan lagi. Ni kompi udah disusupin link ga jelas, tiba-tiba suka dengan sendirinya tab kebuka, nama-nya link.buick sama adf.ly. Maklumlah, kompi cuman satu-satunya itupun rame-rame digunakan sama anak, alhasil saya ga tahu apa yang sudah mereka download, biasanya sih dari video musik atau mp3. Karena dua anak-ku yang paling besar suka musik. Ni juga pas lagi nulis musti cepet-cepet nutup link yang ga jelas tadi. Mengganggu sangat deh! Tapi, mudah-mudahan insya Allah bulan depan pengajuan saya di acc sama bos, apaan tuh?! *hehehe, kasbon beli lapi-lah* Butuh banget sih. Karena keseharian aktifitas saya berkutat di dunia maya, ya harus punya-lah. Bukan buat gaya-gayaan lho! Setuju pastinya dong?!.

Untuk itu, mari doakan saya sejenak. 
Tema doanya :
*Dikabulkan pengajuan beli lapi.
*Gatal di kepala segera hilang.
*Laper diperut segera terisi.
*Badan yang kedinginan bisa hangat lagi.
*Kopi yang habis segera dibikinin lagi.

Berdoa selesai! Adzan subuh sudah berkumandang nih, saatnya menyegerakan diri. Kita jumpa lagi di siang hari *ngecek siapa aja yang udah pada ngasih saran, hehehe*
Wassalam.

Minggu, 15 Desember 2013

Kapan Nge-Blog?!

Yuhuuu..,Saya kembali!, setelah hampir sebulan ga ngeBlog rasanya ada sesuatu yang hilang. Emak so sibuk ini, sekarang-sekarang agak keteteran ngolah waktu *alesan!*. Yoii, kesibukan di kantor yang tidak bisa dikecualikan membuatku tak mampu konstan menulis. Pagi sebelum ngantor ngurus anak-anak yang abegeh, belum lagi si baby yang baru menginjak usia 11 bulan, semua butuh perhatian banget. Bapak-nya? Tersingkirkan sejenak, hehehe *ada waktunya ko* (apaan seeh?!). Yang jelas ditengah padatnya jadwal mengurus ini itu di rumah dan kantor, saya selalu berusaha menyapa teman-teman di dumay, walaupun sekedar nge-like atau komen pendek. Dan maafkeun saya belum bisa BW di rumah teman-temans sekalian.

Begitu banyaknya acara para Blogger-pun tak menampik hasrat kepengen ikutan, terlebih lagi banyak GA yang mustinya ku ikuti, apa daya raga dan fikiranku tersambar ketidaksingkronan waktu. Ya, sebenarnya sih bisa saja nyuri waktu malam kala semua orang di rumah terlelap. Tapi fisik ini sengaja kusisakan buat esok hari. Mirisnya lagi, karena ini pilihan. Terpaksa si baby kutitipkan, beruntung-nya orang yang menjaga si baby tak lain adalah tetangga dekat rumah. Jadi tidak begitu cemas. *dengan bayaran tentunya*. Hati dan pikiran seringkali bentrok, "mana yang harus diutamakan?!" Terus terang saya tidak bisa menjawabnya. Karena semua berjalan pada porsinya masing-masing *bukan begitu?* hehehe.

Juga dengan cuaca yang akhir-akhir ini selalu turun hujan, karena bawaanku ngojek sendiri ke kantor, alhasil mau tidak mau selalu kejebak banjir. Macet? Itu so pasti, tapi bukan halangan ko buat saya 'suerr'. Cuma sedikit yang kucemaskan, yaitu kala motor kejebak banjir *hiks* Celingukan minta tolong plus air mata. Sedih karena ga bisa benerin motor, ga ngerti mesin. Untungnya para kaum adam dijalanan selalu sigap kala ada perempuan yang butuh pertolongan, dan bayaran untuk jasanya? hihihihi.. saya kasih senyum manis dan ucapan terima kasih. Habisnya mau ngasih bayaran suka pada nolak *lain soal kalau ke bengkel* Namun yang terpenting selalu kusisipkan doa buat mereka.

Meskipun tulisan ini tidak dibuat panjang lebar, setidaknya hasrat ng-Blogku tersalurkan. Ngiri sih lihat teman-teman yang selalu eksis (10 jempol deh buat mereka) *lah jempol tanganku kan dua? sisanya? yaa, hasil kumpulan dari teman yang sehati hihihi* 

Senin, 11 November 2013

Celoteh Niar #Puisi

Ayah, kenapa ibu ga ada? 

sang Ayah berkata"Ibumu telah dipelukannya sang Pencipta.." 

"Ayah, kenapa aku selalu teringat Ibu? 

sang Ayahpun berucap."karena kau dilahirnya, nak!"

"lalu kenapa ibu pergi? 

Ayah sejenak terdiam seraya berucap

"Nak, takdir manusia tiada yang 
mampu melawannya.."

"Lalu kenapa juga ayah tak mencari pengganti ibu?!"

Ayah berujar"Nak, sebelum adanya Ibumu, Ayahmu ini telah jauh mencintai dan menyayanginya. 

Ibumu seorang Wanita, seorang Perempuan dan seorang Panglima dikaumnya. 

"Ayah tak mampu melibas perasaan ini pada selain darinya".

Niar tersenyum bangga

lalu diayunkan tangan Ayahnya,

"Ayo, Yah.. kita bermain ditempat Ibu..!"

Ayahpun meneteskan air mata.




Cerita ABG #Ibu Tiri-Ku Lebay

Angin mendesir menerpa dedaunan di beranda rumah yang memang cukup luas. Rumah itu berada dikawasan elite kota Kembang Bandung. Sayangnya, rumah itu hanya ditempati dua insan manusia, anak dan bapaknya. Sedangkan sosok perempuan-nya telah tiada, meninggal karena sakit. Sebut saja nama anak itu Mimin dan ayahnya bernama Pak Momon dan nama Ibu anak itu (katanya) Mumun. Lengkap sudah urutan nama yang ga bisa dilupakan orang.

Senja itu Mimin dan Pa Momon terlihat asik ngobrol diberanda, ditemani goreng pisang dan teh yang masih mengepul. Mereka terlibat pembicaraa yang lumayan asik didengar.

Pa Momon : "Min, Bapa sebetulnya mau ngomong sesuatu..!"
Mimin        : "Emang Bapa mau ngomong apa? Mimin pasti dengerin ko?!"
Pa Momon : "Gini Min, Bapa-kan sudah lama ditinggal Ibumu, Kasian juga sama Mimin ga ada  yang nyediain makanan atau beberes rumah.."
Mimin        : "Kan bisa ambil pembantu Pa!"
Pa Momon: "Iya, Bapa juga tahu itu, tapi bukan itu yang Bapa maksud Min..!"
Mimin       : "Emang maksud Bapa apa? Oh Mimin tahu, pasti Bapa pengen punya pengganti Emak-kan..!?"
Pa Momon: "Nah, itu..itu, bener. Maksud Bapa yaa.., begitu itu.." (semangat)
Mimin       : "Emang udah ada calonnya, yaa..? Bapa keliatan semangat gitu.."
Pa Momon: "Hmm.. ada sih, tapi Bapa ragu mau ngenalin ke Mimin, takut Mimin ga setuju.."
Mimin       : "Yaelah Paa, kenapa juga harus ragu! Kalau Bapak cocok, Mimin setuju setuju aja.."
Pa Momon: "Beneran nih, min?! Ga bakalan nyesel-kan nantinya..?"
Mimin       : "Idiih, Bapa ini gimana sih, kan tadi Mimin udah bilang.." (muka jutek)
Pa Momon: "Okelah kalu begitu, besok Bapa ajak kesini, yaa..?"

Keesokan harinya Pa Momon dengan dandanan necis plus parfum yang aduhai aromanya, (bisa bikin para cewek keblinger) datang ditemani seorang perempuan yang lumayan cantik dan seksi juga cara berpakaiannya yang masa kini banget. Memperkenalkan diri dengan nama Mince (peranakan Manado).

Pa Momon: "Min, kenalin temen Bapak, yang diceritakan kemarin.."
Mimin       : "Oh, iya.. Selamat datang tante..!" (sambil menjabat tangan Mince)
Mince       : "Waah ternyata Mimin cantik, ya.." (bla-bla dengan basa-basi panjang lebar bikin kuping mimin pengen dijejali kapas).

Setelah pertemuan itu, Dua minggu kemudian disepakati hari nikahan Pa Momon dan Tante Mince. Dengan upacara sederhana berlangsunglah perhelatan itu.





Sabtu, 09 November 2013

Proyek Itu Bernama "Enok"

Entah sejak kapan impian itu selalu kubangun untuk mendatangkan keinginan yang sebenarnya. Mungkin yang aku ingat kala perasaan yang tersisihkan diantara kehidupan yang dijalani. Dimana setiap jalan yang kutempuh selalu saja terantuk dan berhenti dipikiran saja. Padahal selalu kulakukan beberapa motede dalam melaksanakan beberapa syarat dan prasyarat, entah itu melakukan riset atau sekedar menguji perasaan sendiri. Kubangun angan itu dalam setiap ingatan, sebelum tidur dan bangun dari tidur. Namun apadaya semua ya, itu tadi hanya berjalan dalam pikiranku semata.  Dalam cerita itu kuselaraskan diriku sebagai artis dalam setiap episode.


Niat

Tersimpan dalam khayalan semata, kubangun terus menerus impian itu. Sedikit demi sedikit mencurahkannya lewat catatan. Disetiap draff yang tersimpan selalu digaris bawahi. Sekedar mengingatkan tujuan. Menjadikan diri sebagai nara sumber, reportase sana-sini. Ternyata menambah semangat mengejar impian itu. Meskipun ada banyak kendala, entah itu waktu yang harus dibagi antara pekerjaan kantor dan urusan rumah tangga. Belum lagi dengan keberadaan bayi yang  membutuhkan perhatian lebih. Tetap niatan itu menjadi skala prioritas, untuk apa? Untuk kesejahteraan dan masa depan anak-anak.

Usaha

Dalam melaksanakan apa yang sedang dibangun, tidak lupa meminta saran dari para ahli dibidang penulisan, mulai dari cara menceritakan, menarik minat pembaca dan trik supaya pembaca bisa larut dalam cerita yang disajikan. Tidak sampai disitu usaha dalam mewujudkannya, banyak membaca hasil karya orang lain, berinteraksi dengan orang-orang. Karena ternyata, mereka bisa menjadi inspirasi dari sebuah cerita yang akan dibangun. Tidak merasa minder apabila ada banyak kritikan, karena sebuah ketidaksesuaian dalam cara berpikir bisa mengembangkan segala imajinasi yang dirancang. Justru harus semakin tertantang dan mencoba untuk membuktikannya. Meski itu memakan waktu yang tidak singkat, sabar dan banyak berdoa. Insya Allah Tuhan maha mengetahui dan maha segalanya. Karena niat dan usaha yang dilakukan pasti ada imbalannya, apapun bentuknya itu.


Rencana Cerita
Sebut saja namanya “Enok” ya sebuah nama yang desa banget dan agak sedikit norak atau jadul. Dia adalah gambaran dimana aku ingin menjadi seperti dirinya kelak. Seorang gadis desa yang lugu dan plos tapi mempunyai kemauan keras dalam perubahan dihidupnya. Enok pergi dari desa ke kota hanya untuk merubah nasibnya di kampung, dimana ia dan keluarganya hanya mampu menjadi budak tuan tanah. Di kota yang disinggahi, bertemulah Enok dengan seorang bule yang ternyata adalah seorang penulis dan sutradara kenamaan di Amerika sana, ia mungkin sudah ditakdirkan untuk bernasib mujur. Bertemu dengan seorang ekspatriat yang kebetulannya lagi adalah seorang penulis handal. Dan Enok tidak mengetahui ini. Awalnya Enok dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga. Dalam perjalanan cerita itu ada banyak intrik antara penulusuran sang bule tentang kehidupan yang coba dituangkan kedalam tulisan, juga usaha Enok mengikuti jejak sang majikan sampai harus bermasalah dengan Kedutaan. Ending cerita, hasil karya Enok ternyata dijadikan sebuah film yang mendunia. Tapi sang majikan ternyata tutup usia kala Enok mencapai keberhasilannya. Dan meninggalkan warisan, sebuah tulisan rahasia.

Akhir Yang Membaggakan 

Memang cukup lama sebuah proses yang dibangun dalam cerita itu, kira-kira sekitar dua puluh tahun yang lalu. "Ternyata aku telah mengangankannya sejak lama". Dan kudapati semua yang harapkan, materi keilmuan dan kesejahteraan. Terkenal dengan karya yang fenomenal, sungguh telah menjadi angan yang terpendam. Tinggal pelaksanaannya, mudah-mudahan segera terwujud. 



Kamis, 07 November 2013

Video ABG Semangat

ABG ini namya Kevin Attar Abraari

Ia anak sulungku yang baru menginjak usia enam belas tahun pada Oktober kemarin. Kevin sekarang kelas satu SMA di SMAN 1 Cileunyi. Minatnya pada bidang musik membuatnya selalu ingin belajar dan belajar tentang musik, terutama alat musik Gitar. Pertama kalinya Kevin memiliki Gitar hadiah ulang tahun dari saya emaknya, dan gitar ini bukan gitar yang mahal. Karena sebenarnya Gitar ini kubeli dari adikku seharga seratus ribu rupiah. Itupun pake nyicil dulu hehehe.
Pertama saya ngasih kalau tidak salah lima puluh ribu, selebihnya..? lupa-lupa inget (udah bayar belum, ya?) Tapi adikku tak pernah rasanya menanyakan sisa dari tunggakan itu, walah!! sungguh terlalu!


ABG yang Semangat


Dengan semangat Kevin selalu memetik Gitar kapan dan dimanapun waktunya ia berada, malah kadang sampai lupa waktu. Asli lho! Anakku ini belajar sendiri, padahal Papa-nya dulu seorang pemain melodi. Katanya biarin dia bereksplorasi sendiri, nanti juga ketemu jalannya. Papa-nya paling cuma memperhatikan dari jauh, kalau-kalau ada nada yang salah baru ia bertindak. Dalam Video ABG ini Kevin memang terlihat menggebu, maklum jiwanya lagi berkembang, ingin berharap apresiasi lebih dari kawan-kawannya. 

*Ketika merekam Video ABG ini, Kevin masih SMP dan cara memetik Gitarnya-pun masih belum halus, tapi saya merasa bangga dengan kemauannya. Tidak pantang menyerah, coba simak..


Dan bangganya saya sebagai orang tua, saat ini Kevin mampu membeli Gitar dari hasil tabungannya sendiri, ia (katanya) sudah mengumpulkannya selama tujuh bulan. Terkadang pula ia dimintai bantuan teman buat mengajarkan cara memetik gitar, stel senar gitar dengan bayaran lumayan buat beli bakso.. hehehe.
Inilah cerita singkat sosok anak sulungku.

                           "Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger"