Rabu, 16 April 2014

Alamak! Jalan kaki di Ruas Tol


Serius nih, saya mungkin hanya segelintir dari beberapa orang yang bertindak nekad. Iya Nekad ! Ga kebayang kan?

Ceritanya begini, hari jumat lalu tanggal 11 april, seperti biasanya. Mudik ke bandung seminggu sekali. 
Karena memang kerjaan ada di Jakarta.

Dari kantor di daerah kalibata naik angkot 16 turun di belawan (stikes) dari situ naik angkot lagi yang no 19 ke arah UKI cililitan. Apalagi tempat yang dituju kalau bukan terminal bus 'Primajasa' selain ongkos bus ekonomis hanya tiga puluh ribu rupiah, bisa dengan enaknya duduk nyaman di dalam bis ber-AC. Tujuan pemberhentianku adalah tol Cileunyi, oiya saya naik bis jurusan Tasik-Jakarta. Karena dari arah cileunyi tempat tinggal ku tidak begitu jauh hanya memakan waktu kira-kira 15 menit.

Keberangkatan sih adem ayem aja, bis dengan mudah kudapati. Tanpa dinyana, tragedi itu harus saya alami. Setiba di tol cileunyi kami rombongan penumpang harus menghadapi kenyataan. Bahwa perjalanan terpaksa tidak bisa segera berlanjut alias macet total! Posisi bis terhenti sekitar daerah Stadion Bandung lautan api yang baru kalau tidak salah merujuk daerah gede bage. 


Satu jam lamanya kami gelisah terduduk tak berdaya didalam bis. Lama kelamaan satu dua kaum adam mulai turun bis, hendak melakukan peregangan. Saya yang tadinya enggan turun, terinspirasi juga. Namun sebelum turun ku tanya pa sopir yang perawakannya sedikit tua. "Pak, kira-kira macet sampai jam berapa ya? Dan dengan enteng si pak sopir berkata "wah bisa2 sampai subuh neng" jleb banget ga tuh. Saya bengong, tapi dalam hati berfikir. "Ngapain juga nunggu berlama-lama.

Lalu Pak sopir ku tanya lagi "Pak kalau diri sini ke cileunyi kira2 berapa kilo? Masih jauh atau dekat?" Si pak sopir mengatakan sekitar 3,5 atau 4km, ga begitu jauh "katanya" lantas dengan keberanian yang muncul tiba-tiba karena rasa kangen dengan si baby tak bisa ditunda. Ya, sudah pa sopir saya sepertinya mau jalan aja nih. "Oh, kayaknya enak begitu neng, nanti bapak susul lagi kalau-kalau jalanan mulai agak lancar" oke pak, makasih ya. Untungnya saya ga bawa jinjingan yg berat, hanya tas berisi kosmetik.



Menampilkan IMG-20140411-00613.jpg
Foto kenangan "hanya ini"
Dengan mengucap bismillah, langkah kaki mulai ku ayunkan. Sepanjang perjalanan yang dilalui hanya beberapa kaum pria saja yang seide denganku, mereka punya tujuan sama yaitu 'cileunyi' kami rame-rame jalan kaki diruas tol yang sangat tidak mungkin dilalui dengan berjalan kaki. Kebetulan momennya ada heehehe. Kapan lagi!? Tapi setelah lirik kiri kanan, ternyata hanya saya perempuan "emak-emak" yang melakukan aksi tersebut, memang ada sih 3 anak gadis didepan tapi mereka turun dari bis yang jauh sesudahnya.

Jadi ingat waktu remaja dulu. Bolak-balik naik gunung seminggu sekali, jadi ada bekal kekuatan. Kekuatan berjalan kaki-ku ternyata masih kuat.


Sayangnya kejadian ini tak bisa ku abadikan lewat foto, hanya satu itupun agak buram, karena? batre hp tiba-tiba drop hehehe..

Selasa, 01 April 2014

Rindu Aksara


Hening nian malam ini, sehening jiwa yang tengah dikepung luasnya lautan keilmuan
Pada malam yang singgah penantian itu hadir, pada raga yang resah penampakan itu jadi nadir

Kadang tiupan sang angin pun hanya selintas bertepi dalam pikiran. Itupun dalam  balutan duka yang sesekali menghampiri

Kilau cahaya aksara nan bermakna melambai menyambut berjuta kisaran hidup, diantara jelaga kekurangan diri, ada kisah yang menyeruak dan coba mengejarnya

Liukan kisah dari sahabat telah mengobati dahaga yang terjaring diantara helaian kawat berserat yang tertanam sampai dasar tanah 

Dan menyembul menjadi tumpukan kabar berita yang sengaja ditumpah ruahkan sekedar melepas penat ataupun rasa gembira 

Ku coba menyaring dan bertabiat akan sisi kebaikannya 
Niscaya kebesaran hati menjemput ku mencari arti dan paham

Ya, waktu terlalui dengan dentingan kalimat yang sayang untuk dilalui 
Kabar malam ku menghampiri, kawan.

Senin, 03 Maret 2014

Kisah Perjalanan Menuju Kantor

Hai hai.. Tulisan diawal Maret nih. 2 minggu sudah Blog-ku nganggur, gatel sih kepingin nulis, ah tapi selalu saja 'ide' untuk melakukannya mampir di draff doang. O iya kali ini rasanya saya ingin membagi pengalaman tentang perjalanan yang seminggu sekali musti bolak balik Jakarta-Bandung. Ya, istanaku ada di Bandung sedangkan ladang rezeki kebetulan bertempat di Jakarta. Kata teman sih saya wanita super, padahal biasa aja tuuh, asyik malah bisa mondar-mandir Jakarta-Bandung, maklum dulunya gadis rumahan (halah, boong banget sih). 

Senin pagi, seperti biasa Aku selalu bergegas menyiapkan diri dan pakingan baju sudah siap sedari malam tentunya. Namun kali ini untuk yang ke 2 kalinya Aku sedikit terlambat karena bookingan Travel hampir semua full, padahal sudah dipesan sehari sebelumnya, apa daya terpaksa masuk daftar list tunggu. Ya sudahlah tidak apa apa, daripada ga berangkat kerja (gaji nanti dapat kortingan *ooh no!). Tapi ternyata dapat juga jadwal keberangkatan itu jam 07.45. Yes! pikirku penuh semangat. Namun sayang seribu kali sayang begitu keluar dari komplek rumah, ampuuun itu yang namanya macet sudah ga bisa ditolerir deh. 

Padahal jarak rumah dengan basecamp Travel seharusnya memakan waktu tidak kurang dari satu jam plus macet dikit, its oke. Cuman hari ini tidak tahu ada apa, macet harus memakan waktu hampir dua jam lebih. Otomatis dong, mobil yang seyogyanya sudah Ku tumpangi, blass! mendahului. Nelangsa banget sudah dibela belain lari lari kecil, kepanasan, haus pokoknya hari ini sedikit membuat emosi. Ahh, tapi cepat cepat Ku buat senang aja. Ngapain juga berpikiran yang tidak sehat takut imbas dengan kontrol diri, bisa bahaya. Dan yang lebih melegakan lagi setelah emosi reda, Ku lihat ada Warung Nasi Soto 'wah kebetulan, perut emang sudah minta diisi, efek emosi kali ya hehehe..

Akhirnya deal hari ini Aku berangkat jadi jam 11.45, sudah pasti kesiangan! "Ibu Yuli, silahkan keberangkatan segera dilakukan, Ibu dikursi no 2 ya.." seru seorang CS, oke sip! tanpa banyak basa basi Ku boyong tas ransel dan menaruhnya di bagasi. Begitu masuk kedalam mobil ternyata sudah ada penumpang sepasang suami istri ya kira kira usia mereka diatas 50 tahunanlah. Posisi si Suami duduk di tengah (satu jejer ada 3 kursi) dan si Istri disamping kanannya. Otomatis dong Aku berada disamping kiri suaminya itu. Feeling ku sih mengatakan si Suami yang agak perlente, terlihat agak genit. Karena begitu Aku duduk disampingnya, cepat cepat dia merapikan baju dan mengubah posisi duduk seolah sengaja menjauh dari Istrinya, sambil bersiul siul kecil, dih Aku yang lihatnya aja sedikit geram. 

Ko bisa ya seorang suami melakukan itu didepan istrinya. Namun si Istri yang melihat gelagat Suami bertindak demikian, langsung si dia itu minta bertukar tempat duduk. Si Suami tadinya menolak dengan alasan 'saya kan memang suka diposisi ini" namun setelah Istrinya mendelikkan mata laki laki ini mau tidak mau harus rela berjauhan denganKu (yee ko malah saya yang Geer ya). Menggelikan sih melihat roman istrinya setelah duduk berdampingan dengan Ku. Tanggan Suaminya langsung dikempit dengan sangat erat (takut kabur ya buu, ujarku dalam hati) hi hi hi suer saya ketawa geli. Dan setelah mobil melaju mendekati Tol Cipularang tak sadar saya tertidur pulas, dan kejadian itupun hilang dalam ingatan.





Senin, 17 Februari 2014

DISLKESIA? INI TANDANYA

DISLKESIA? INI TANDANYA 

Kesulitan Belajar?
Kesulitan Berhitung atau Matematika?
Kesulitan Membaca, Menulis/Dikte?
Kesulitan Menyalin dari Papan Tulis?
Kesulitan Berkonsentrasi?
Terlalu Aktif tidak bisa Diam?
Sulit bersosialisasi?

Adakah diantara pertanyaan diatas,  gejala yang dialami atau pun pernah melihatnya pada seseorang, entah itu Teman, Saudara atau malah barangkali Anak kita sendiri? Yuk segera beri tindakan sedini mungkin. Karena masalah ini bisa berujung pada hal yang menyulitkan nantinya.
Contohnya, saya sendiri. Terus terang diusia yang tidak muda bahkan menjelang puber ke dua (eh, hehehe) hal ini sering menjadi dilema, ini tanda pengidap Disleksia;

*Kesulitan Belajar

Terlalu banyak tugas atau rangkaian kalimat panjang, selalu membuat saya sedikit stress. Seakan-akan dunia dipenuhi oleh tugas-tugas. Secara tidak langsung kesulitan itu men-judge pikiran diawal. Tapi setelah dilaksanakan secepat kilat bisa terselesaikan. 

*kesulitan Berhitung

Oh no, ini adalah hal yang paling bikin saya bete hingga saat ini. Ya, tidak hapal perkalian apalagi pembagian, dua hal yang terumit dalam otak. Walau memakai kalkulator atau sejenisnya, selalu saja ada kesalahan. Yang dipikiran hanya mengerjakan dengan tuntas, tetapi entah mengapa angka-angka itu seolah berputar-putar, jadi seringnya berhitung 'total jumlah' tidak pernah beres, kecuali saya "tidak berada dalam tekanan berbagai tugas" 
*Tapi saya selalu ingin belajar dan belajar, ini untuk mengurai kekurangan dalam berhitung. Dan memang membutuhkan waktu tidak sedikit.*

*Kesulitan Membaca, Menulis/Dikte

Seingat saya kalau tidak salah, kelas 3 SD kemampuan membaca mulai bisa dikuasai. (Jadi pengen meluk bu Guru yang dulu selalu membimbing untuk fokus membaca) Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu sulitnya belajar membaca, sampai sampai Kakak pernah kesal dengan ketidakmampuan ini (jari dijepret pake pinsil, hehehe) 
Menulis-pun demikian, typo sana sini. Dan Disleksia ini masih berlaku hingga sekarang. Masalahnya dalam pikiran selalu terngiang-ngiang akan hal lain. Untuk seusia saya memang dibutuhkan 'Penekanan' atau tindakan tegas. Bahwa tulisan harus selesai hari ini juga! Dan dari situ seperti ada adrenalin untuk bisa membuktikan bahwa saya mampu menyeleseikan tugas.

*Kesulitan Berkonsentrasi

Ya, konsentrasi! Hal yang utama dalam melakukan segala tindakan. Namun si'Konsentrasi' inilah selalu menghadang, teteeup saya ga bisa sepenuhnya fokus 'kecuali' saat dimana ada masalah yang mendera mendadak konsentrasi itu muncul (aduuh, apa harus selalu didera masalah gitu hihihihi) supaya semua terselesaikan.

*Terlalu aktif dan Tidak bisa Diam

Menurut cerita orangtua sih, saya dulu nakalnya ga ketulungan, suka berkelahi, manjat atap rumah orang, main ke tempat jauh tidak pernah pamit. O, iya.. , hati-hati juga dengan pergaulan, karena tipe anak seperti saya jarang suka berteman dengan perempuan apalagi memakai baju peminim semisal rok. Tapi untuk kekreatifan jangan ditanya, karena hal ini paling mudah dilakukan (menurut saya) tapi tergantung pada 'Fokus' tadi.

Sengaja saya posting tulisan ini, untuk kehati-hatian sebagai orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anak. Disini saya tidak bermaksud mengekploitasi diri, hanya sekedar sharing pengalaman. Mudah-mudahan ini ada manfaatnya.

(Mohon maaf apabila ada kalimat yang kurang pas dalam pengucapannya, soalnya kepala saya sudah berat untuk terus menerus melakukan pengeditan :D dan akan saya posting lagi kelanjutan tentang Disleksia ini, next time )

Senin, 10 Februari 2014

Lembayung Itu Sedikit Muram


Lembayung
foto diambil dari google.com


Terduduk dengan separuh helaan nafas, 
sengaja kusinggungkan
Menepi pada hal duniawi, 
sengaja ku parkirkan
Bertindak dengan cara tak biasa, 
sengaja ku aksikan
Semua bertepi pada pilihan

Rongga diantara kabar duka, 
melepuh hati diantara pengabdian diri
Tersirat bimbang namun ku takkan pernah lari
Sengaja kusingsingkan nurani, 
sebab berita hanya selintas basi
Kini ku menata keinginan sanubari, 
yang lama ku nanti

"Keadaan yang memaksaku bertindak keji, 
sekeji kekuatan yang merasuk senja hari tadi"

Ada fenomena diantara rasa yang lenyap sesaat, 
namun bangkit akan niat yang terpatri
Kelabu itu dalam pikiran, 
sendu itu ada dalam apkiran, 
"kekuatan ada dalam tindakan"
Hanya bergerak sedikit tak apa, 
namun langkah ini menjadi kalimat nyata diakhiran

Dan Aku yakin ini...


Jumat, 31 Januari 2014

Disleksia Dan Keunikannya

Salam hangat, Pernah mendengar tentang Disleksia? Pernah tentunya, tapi apakah tahu bagaimana rasanya jika mengidap hal ini? Sedikit disini akan saya jelaskan, apa yang dirasa. Dan bukan berarti seorang Disleksia harus terpinggirkan dalam pergaulan. Contonnya saya, hehehe..

Dalam Penulisan

Saya paling sering mengalami masalah typo, dan ini selalu terjadi disetiap tulisan yang dibuat. Padahal setiap selesai nulis dilakukan pengeditan, tapi tetap saja dimata para ahli menulis ada saja yang salah. Belum lagi soal huruf yang kebolak-balik antara "d" mnejadi "b", "m" menjadi "n". Kalimat "minat" menjadi "minta", dan banyak lagi.

Setiap membuat kalimat ada saja huruf yang berkurang atau kelebihan, misalnya "kurang' saya tulis "kiurang", "fakta" ditulis "fata". Memori mengatakan "harus" tangan menulis "aharus". Bisa dikatakan Disleksia yang saya alami sedikit parah tapi tidak akut.

Tidak suka kalimat panjang. Dalam hal membacapun kehati-hatian sangat perlu contoh, membaca diawal paragraf, belum selesai fokus teralihkan ke paragraf berikutnya

Dalam berkegiatan

Misalnya bikin secangkir kopi, yang saya ambil bukan cangkir tapi piring, dan ini tak langsung disadari saat itu. Butuh waktu agak lama untuk mengurai apa yang salah. Piring tadi diisi air, nah begitu mendengar ada suara gemericik baru sadar akan kesalahan. Konyol memang.. hehehe

Dan ada sedikit cerita memalukan akan Disleksia saya. Pernah suatu hari keluar dari warung jus buah, oh yaa saya bawa motor waktu itu. Ku stater motor tapi ko ga nyala-nyala, tiba-tiba seseorang dari belakang berucap "bu bu.. maaf ini motor saya, mungkin motor Ibu yang didepan. Sambil menunjuk kearah persis depan motor orang ini. Saya cuma bisa cengengesan, sambil minta maaf dan berlalu secepat kilat hehehe

Atau, ada juga kisah kekonyolan lainnya. Ceritanya mau makan siang di warung nasi yang tidak seberapa jauh dari kantor. Bawa motor tentunya dong. Beres makan dengan asiknya melenggang kangkung balik ngantor lagi. Eh, tapi ada yang salah, apaan ya? Ya ampun motornya ketinggalan di warung nasi tadi. hehehe...

Nah inilah sedikit dari kekurang yang seringkali saya alami. Banyak kejadian konyol lainnya. Mungkin lain waktu akan saya posting.


Selasa, 28 Januari 2014

Tips Menghadapi Anak sakit

Pada kenyataannya, saya sebagai Ibu dituntut untuk bisa melakukan tugas rutin sebagai Orang tua. Nyambi bekerja diluar rumah adalah sesuatu yang pada awalnya aga berat. Namun seiring berjalannya waktu. Semua bisa ku-handle, insya Allah.

Namun minggu ini tenaga dan pikiran lumayan tersita dengan beruntunya ujian dari Allah swt. Anak pertamaku yang duduk di kela 3 SMA sakit, mungkin karena aktifitasnya yang terlalu banyak sampai kadang makan-pun terlupakan, alhasil panas tubuhnya ga berkurang, kira-kira 4 hari.. Dibawa ke Dokter aja?! Kata suami. Namun si Anak enggan ke Dokter meskipun dipaksa. Untungnya saya memang sangat paham riwayat sakitnya. Ya, memang si sulung ini punya riwayat Step sedari kecil. Jadi setiap kali panas tubuhnya mulai meninggi, eh.. tetapi panas -nya ini hanya dari bagian lutut sampai kepala. Sedangkan kakinya dingin. Nah, inilah tanda-tanda penyakit Step mulai menyerang. Segera ku sediakan air hangat dalam wadah, (kebetulan ada ember kecil dirumah). Lalu saya celupin tuh kaki si Anak. Supaya apa? Ya, supaya panas tubuhnya merata. Karena bisa bahaya kalau panas tinggi sedangkan kaki mendingin. Bisa bisa kena Step akut, dan ini menyebabkan daya ingat, fokus akan berkurang. Yang lebih ekstrim lagi bisa kena sindrom