Kamis, 17 Juli 2014

Apalah Arti Ulang Tahun

Hallo, apa kabar semuanya? Lama ya saya nulis di blog ini hampir 3 bulan lebih deh kayaknya. Entah kenapa nih, ko saya sungkan banget buat nulis. Padahal dulu ini adalah hal yang paling disukai. Rasa-rasanya tangan ini males banget mau nulis, padahal banyak hal dalam pikiran yang ingin saya share. Dalam hati sih sering berkata-kata ingin cerita ini itu, kejadian yang baru dialami ataupun kisah temen yang bikin miris, sedih dan pengen ngakak. Oiya, momen nulis ini kebetulan berbarengan dengan bertambahnya usia nih (makin muda) heleuuh ga sadar diri hehehe. Usiaku berapa? ga usah tahu deh ya biar dianggap tetep muda (padahal..?) 

Bertambahnya umur seseorang belum tentu dibarengi dengan sifat kedewasaan. Sering saya lihat entah itu teman, atau keluarga seringkali pertambahan umur ini tak menjadi pribadi yang lebih baik malah sebaliknya, ini memang ada kok. Tapi saya tidak berburuk sangka kenapa seseorang itu tidak mampu merubah sifat atau kelakuannya. Karena "mungkin" ada faktor lainya yang menjadi penyebab entah stres menghadapi kemajuan jaman yang tak mampu dikejarnya ataupun lingkungan yang tidak mendukung. Nah, disinilah peran kita sebagai teman untuk mampu mengingatkan hal-hal apa saja yang musti dilakukan, dikejar dan dihadapi. Ada sebagaian orang yang tidak mengerti arti "tanggung jawab" dan kenapa Ia tidak tahu? ada penyebab dari pola didik mereka dimasa kecil. Ya semua kembali pada niat pribadi masing-masing orang tersebut. Kalau mau hidup berjalan sesuai keinginan itu harus dikejar dan diusahakan. Cari ilmu sana-sini lihat kesusksesan orang lain (tanpa harus iri). Bukan begitu sodara-sodara..?! (jadi kaya bugulu ini teh) hehehe.

Kembali ke Ulang Tahun. Saya sebenarnya heran kenapa kita harus ulang tahun ya? Siapa yang pertama kali memprakarsai ide ulang tahun ini (maaf ga sempet searching). Karena sebagai seorang muslim dan memang kebetulan dikeluarga saya tidak mengenal istilah ini karena tidak pernah pula merayakan ulang tahun (ga ada modal kali ya) Ya sudah rasanya sesuatu yang baik kenapa tidak kita apresiasi, selama itu mendatangkan kebaikan, iya kan? Semoga saja dengan bertambahnya usia yang ke... *sebutin ga ya?* oke deh kan apalah arti umur sesuai judul diatas tapi ko berat banget ya mau nyebutin angka 41 (waduh keceplosan inih hahaa). Sebagai pribadi sih saya berharap dengan berkurangnya usia ada peningkatan dalam wawasan, kedewasaan dan kesabaran full dalam menghadapi berbagai macam situasi.

Saya suguhkan puisi buat diri sendiri ah.

Bernaung Di Bawah Takdir

Terlewati sudah perjalanan yang berliku dan terseok itu
Diantara rerumputan kering aku menyelusup mencari kesejukan
Walau pun tanah ini kadang basah kadang kering
Tetap memilah tempat untuk dipijak

Aku mencari perlombaan dalam jiwa yang kekurangan
Ada selintas takdir yang sempat ku sembunyikan
Karena takut dan tak percaya diri lantas menepi tak tahu diri
Namun ketidaknyamanan kerap menyelimuti

Kini masa itu masih ku jalani 
Memang belum sesuai hasrat hati namun tak akan ku pungkiri
Ada tautan yang menyapaku nanti
Dan bergegas menyapa diri, semoga terealisasi


Selasa, 15 Juli 2014

Minggu, 11 Mei 2014

Rabu, 07 Mei 2014

Menikmati Hari

Lumayan lama nih saya engga ngeBlog, eiy apa kabarnya? Karena hari-hari yang lalu rada-rada sok sibuk kayaknya, sekarang Alhamdullilah agak sedikit longgar, karena eh karena kini gaweannya nyambi jadi rumah nih, sambil ngemong si bocah yang baru berusia 15 bulan. Sebenarnya sedih sih, udah terbiasa dengan suasana kantor yang di Kalibata, dengan rekan yang semuanya baek banget, kocak dan saling support.

Kini apa daya, mau tidak mau saya musti kembali ke rumah, jadi pengawas dan pembantu, hiks. Ya, anak yang kedua sedang menghadapi UN SMP, sedangkan si bontot emang lagi perlu perhatian ekstra, belum lagi "suami" yang rada-rada manja minta perhatian lebih *tepok jidat pake duit* hadeeuh capedeh, hihihi.. Dan segudang persoalan menyangkut kegiatan anak-anakku di sekolahnya. Sampai-sampai pihak sekolah meminta kehadiran saya sebagai orang tuanya. Tapi dipanggil bukan karena kenakalan lho, guru cuma ingin konsultasi mengenai perkembangan anak-anak, yang ternyata anak sulung ku sering pingsan mendadak yang disebabkan sakit kepala akibat keserempet mobil 3 bulan lalu. 

Sedangkan anak ke 2, ternyata pernah bolos sampai 1 minggu lebih! penyebabnya? bukan tidak lain asma-nya sering kambuh, dan tidak ada keterangan ke pihak Sekolah. Bapaknya sibuk, emaknya sibuk cari materi, yang memang harus kami lakukan demi kebutuhan mereka juga tentunya. Tapi hasilnya? sedikit terbengkalai perhatian kami sebagai orang tua, saya khususnya "merasa" sudah memberi perhatian yang maksimal. Walaupun menanyakan kabar lewat telepon. Namun mereka menginginkan perhatian lain, keberadaan emaknya! Anak-anak sih bilangnya, "ga ada mama tuh ga bisa minta uang jajan lebih!" nah lho?! Padahal saya tergolong agak sedikit irit kalau nyangkut uang jajan mereka. Tergantung kebutuhan yang memang perlu banget, baru saya kasih. Ya, kadang sih ngasih kelonggaran juga, hehehe..

Sekarang, permasalahan dengan pihak sekolah udah clear, cuma ada cuma nih. Kerja di rumah sambil ngasuh si baby itu sesuatu banget deh, kerjaan ga kelar-kelar malah semakin numpuk. Bentar-bentar lari ngejar tu bocah yang udah mulai bisa jalan, ke luar rumah. Belum lagi rajukannya yang selalu pengen main ke luar. Kalaupun saya tahan untuk tidak main ke luar, ada-ada saja ulahnya, hari ini misalnya. Setengah air galon di dispenser habis di kucurkannya, untungnya temperatur panas tidak di nyalain. Salahnya saya, tadi keasyikan nulis dan si bocah asik main air. Memang butuh ekstra energi buat ngebagi waktu antara kerjaan rumah dan tugas jadi pengasuh. 

Memang butuh penyesuaian waktu, tapi saya coba nikmati dengan senag hati, karena memang harus begitu.

Kamis, 24 April 2014

Rabu, 16 April 2014

Alamak! Jalan kaki di Ruas Tol


Serius nih, saya mungkin hanya segelintir dari beberapa orang yang bertindak nekad. Iya Nekad ! Ga kebayang kan?

Ceritanya begini, hari jumat lalu tanggal 11 april, seperti biasanya. Mudik ke bandung seminggu sekali. 
Karena memang kerjaan ada di Jakarta.

Dari kantor di daerah kalibata naik angkot 16 turun di belawan (stikes) dari situ naik angkot lagi yang no 19 ke arah UKI cililitan. Apalagi tempat yang dituju kalau bukan terminal bus 'Primajasa' selain ongkos bus ekonomis hanya tiga puluh ribu rupiah, bisa dengan enaknya duduk nyaman di dalam bis ber-AC. Tujuan pemberhentianku adalah tol Cileunyi, oiya saya naik bis jurusan Tasik-Jakarta. Karena dari arah cileunyi tempat tinggal ku tidak begitu jauh hanya memakan waktu kira-kira 15 menit.

Keberangkatan sih adem ayem aja, bis dengan mudah kudapati. Tanpa dinyana, tragedi itu harus saya alami. Setiba di tol cileunyi kami rombongan penumpang harus menghadapi kenyataan. Bahwa perjalanan terpaksa tidak bisa segera berlanjut alias macet total! Posisi bis terhenti sekitar daerah Stadion Bandung lautan api yang baru kalau tidak salah merujuk daerah gede bage. 


Satu jam lamanya kami gelisah terduduk tak berdaya didalam bis. Lama kelamaan satu dua kaum adam mulai turun bis, hendak melakukan peregangan. Saya yang tadinya enggan turun, terinspirasi juga. Namun sebelum turun ku tanya pa sopir yang perawakannya sedikit tua. "Pak, kira-kira macet sampai jam berapa ya? Dan dengan enteng si pak sopir berkata "wah bisa2 sampai subuh neng" jleb banget ga tuh. Saya bengong, tapi dalam hati berfikir. "Ngapain juga nunggu berlama-lama.

Lalu Pak sopir ku tanya lagi "Pak kalau diri sini ke cileunyi kira2 berapa kilo? Masih jauh atau dekat?" Si pak sopir mengatakan sekitar 3,5 atau 4km, ga begitu jauh "katanya" lantas dengan keberanian yang muncul tiba-tiba karena rasa kangen dengan si baby tak bisa ditunda. Ya, sudah pa sopir saya sepertinya mau jalan aja nih. "Oh, kayaknya enak begitu neng, nanti bapak susul lagi kalau-kalau jalanan mulai agak lancar" oke pak, makasih ya. Untungnya saya ga bawa jinjingan yg berat, hanya tas berisi kosmetik.



Menampilkan IMG-20140411-00613.jpg
Foto kenangan "hanya ini"
Dengan mengucap bismillah, langkah kaki mulai ku ayunkan. Sepanjang perjalanan yang dilalui hanya beberapa kaum pria saja yang seide denganku, mereka punya tujuan sama yaitu 'cileunyi' kami rame-rame jalan kaki diruas tol yang sangat tidak mungkin dilalui dengan berjalan kaki. Kebetulan momennya ada heehehe. Kapan lagi!? Tapi setelah lirik kiri kanan, ternyata hanya saya perempuan "emak-emak" yang melakukan aksi tersebut, memang ada sih 3 anak gadis didepan tapi mereka turun dari bis yang jauh sesudahnya.

Jadi ingat waktu remaja dulu. Bolak-balik naik gunung seminggu sekali, jadi ada bekal kekuatan. Kekuatan berjalan kaki-ku ternyata masih kuat.


Sayangnya kejadian ini tak bisa ku abadikan lewat foto, hanya satu itupun agak buram, karena? batre hp tiba-tiba drop hehehe..

Selasa, 01 April 2014

Rindu Aksara


Hening nian malam ini, sehening jiwa yang tengah dikepung luasnya lautan keilmuan
Pada malam yang singgah penantian itu hadir, pada raga yang resah penampakan itu jadi nadir

Kadang tiupan sang angin pun hanya selintas bertepi dalam pikiran. Itupun dalam  balutan duka yang sesekali menghampiri

Kilau cahaya aksara nan bermakna melambai menyambut berjuta kisaran hidup, diantara jelaga kekurangan diri, ada kisah yang menyeruak dan coba mengejarnya

Liukan kisah dari sahabat telah mengobati dahaga yang terjaring diantara helaian kawat berserat yang tertanam sampai dasar tanah 

Dan menyembul menjadi tumpukan kabar berita yang sengaja ditumpah ruahkan sekedar melepas penat ataupun rasa gembira 

Ku coba menyaring dan bertabiat akan sisi kebaikannya 
Niscaya kebesaran hati menjemput ku mencari arti dan paham

Ya, waktu terlalui dengan dentingan kalimat yang sayang untuk dilalui 
Kabar malam ku menghampiri, kawan.