Rabu, 30 Juli 2014

COMING SOON BUKU KOCAK MENYEGARKAN



Hallo guys, masih suasana lebaran nih. Sebelumnya saya minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin ya.

Habis lebaran biasanya masih menyisakan THR dong (bagi yang dikasih xixixi), mayan kan tuh duit walaupun cuma menyisakan recehan gambar Soekarno.

Saya saranin sih uang tersebut disisihin buat beli sesuatu yang bermanfaat, misalnya buku kan nggak bakalan rugi.

Oh iya, saya punya referensi buku ciamik nih, dijamin bakalan ngakak. Judul Buku "CAFE SPOOKY" yang ditulis oleh Berlian Rakhmat ini mengisahkan tiga sosok anak muda yang bekerja di sebuah kafe. Keseruan pun dimulai oleh kekonyolan tingkah laku mereka.

Pokoknya seru abis deh dan nggak bakalan rugi punya buku ini.

Taraaam.. Ini dia perwujudan bukunya.


Silahkan diincer dulu bukunya, bentar lagi bakal nangkring di Gramed ko, atau bisa juga free order sekarang di sini.

Dan inilah sosok si penulis yang mayan ganteng dan unyu-unyu kocak sedang melakukan sesi tanda tangan dengan seorang penggemarnya. 

Foto Berlian Rakhmat












Rabu, 23 Juli 2014

Hari Anak Nasional, Dulu Suka Main Apa?

Hari ini tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari Anak Nasional, ini sesuai dengan keppres RI No 44 Tahun 1984, ini saya kutip dari wikipediaindonesia. Pihak Google pun ternyata sangat mengapresiasi hal ini dengan logo gambar Congklak.


Gambar diambil dari Google.com

Pernah main alat ini waktu kecil? Ya saya pernah dan selalu juara, karena memainkan permainan congklak ini sangat mudah yang belum bisa pasti langsung paham begitu main sekali. Tapi ternyata Congkak bukan permainan asli tradisonal Indonesia lho, konon katanya ini akibat dari pertukaran budaya luar yang masuk ke Indonesia jaman dulu.

Karena para ahli arkeolog dari National Geographic menemukan lempengan batu kapur di wilayah Yordania yang bentuknya memanjang dengan beberapa cekungan berderet pararel. Dan ini diyakini sebagai papan permainan tradisional bernama "congklak". Sebuah kebudayaan yang sangat kuno dan mungkin salah satau permainan tertua yang dikenal diperadaban moderen.

Jadi? Ini sebenarnya bukan alat tradisional asli Indonesia. Tapi karena beratus-ratus tahun lamanya alat ini sudah memasuki wilayah kita yang pada saat itu dibawa dari para pedagang asal afrika. Telah menjadi bagian dari tradisi kita. 

Waktu kecil permainan ini sangat saya sukai, terutama saat bulan puasa. Sambil ngabuburit nunggu beduk tiba. Ahh.. jadi inget masa kecil dulu. Congklak saat ini hampir tidak ketahui oleh sebagian anak-anak, tergeser permain game modern tinggal nunjuk tangan bisa asyik bermain seharain.

Saatnya berburu alat ini, soalnya Congklak sudah masuk kategori barang unik buat pajangan.

Congklak tipe kw murah meriah

Senin, 21 Juli 2014

MUDIK ASYIK APAPUN YANG TERJADI

Pastinya lagi pada bikin kue ya? Atau paking buat pulang kampung? Ah.. senangnya pasti banyak keseruan diperjalanan nanti. Apalagi nyiun aroma kue baru mateng, rasanya lebaran itu esok. Ngomongin pulang kampung atau mudik itu bikin prihatin buat saya, soalnya rumah orang tua nggak begitu jauh kira-kira 4-5 kiloan dari rumah. Pake angkot cuma sekali, bayar 3 rebu perak kalau pake motor makan waktu 1/4 jam. Tapi jangan pakai mobil pribadi (belum punya nih hehehe) jaraknya bisa makan waktu lebih dari 1,5 jam (macetnya itu bhoo). Pernah sih dulu tahun 93 s/d 95 ortu tinggal di Garut tepatnya di Kampung Nagrak (Cipanas) Tarogong. Masih remaja abegeh. Senengnya bukan main kalau acara mudik ini, pernah sampai berdiri di bis dari Bandung ke Garut saking banyaknya peminat mudik (emang udah biasa yee). Untungnya jarak yang ditempuh nggak begitu lama, apapun yang terjadi saya tetap enjoy diperjalanan itu.

Sebenarnya bisa saja mudik ke rumah mertua di Depok, tapi hiks.. mereka sudah tiada. Yang paling diingat mudik ke Depok itu acara masak-masak, bisa-bisa kayak orang mau hajatan. Sebab *kebetulan* keluarga dari suami ada yang berbeda keyakinan, makanya kita kalau masak seabreg. Semua datang tanpa kecuali. Memang ya Lebaran itu bikin tali silaturahmi nambah awet. Dari yang nggak kenal (sodara) disitulah kita dipertemukan.. "ohh ini istrinya oh ini anaknya" biasa begitu sapaan saudara yang baru kenal. Plus tak lupa angpawnya demen banget deh kalau yang ini. Cuma sekarang sedih mudiknya deket, eh apa ortu dipindahin dulu gitu ya?! halah kebangetan kalau ini. Rasanya seperti kurang mensyukuri keadaan ya. Oke deh tak apa mudik deket juga kan yang penting lebaran itu bisa saling memaafkan, bertemu dan makan-makan *iya kan?*

Baydeway, buat yang mau mudik selamat dijalan ya, hati-hati jaga kondisi dan kendaraannya jangan lupa ransum buat dijalan nanti. Sabar senyum jika kejebak macet berjam-jam dan berkilo-kilo, monggo dinikmati saja. Buat yang nggak mudik *kayak saya* banyakin bikin kue sama ketupatnya, siapa tahu kita kebetulan ketemu pastinya mampir dong, nggak usah repot kalau menjamu saya "dibungkus aja" biar cepet pulang wkwkwkwk.

Kamis, 17 Juli 2014

Apalah Arti Ulang Tahun

Hallo, apa kabar semuanya? Lama ya saya nulis di blog ini hampir 3 bulan lebih deh kayaknya. Entah kenapa nih, ko saya sungkan banget buat nulis. Padahal dulu ini adalah hal yang paling disukai. Rasa-rasanya tangan ini males banget mau nulis, padahal banyak hal dalam pikiran yang ingin saya share. Dalam hati sih sering berkata-kata ingin cerita ini itu, kejadian yang baru dialami ataupun kisah temen yang bikin miris, sedih dan pengen ngakak. Oiya, momen nulis ini kebetulan berbarengan dengan bertambahnya usia nih (makin muda) heleuuh ga sadar diri hehehe. Usiaku berapa? ga usah tahu deh ya biar dianggap tetep muda (padahal..?) 

Bertambahnya umur seseorang belum tentu dibarengi dengan sifat kedewasaan. Sering saya lihat entah itu teman, atau keluarga seringkali pertambahan umur ini tak menjadi pribadi yang lebih baik malah sebaliknya, ini memang ada kok. Tapi saya tidak berburuk sangka kenapa seseorang itu tidak mampu merubah sifat atau kelakuannya. Karena "mungkin" ada faktor lainya yang menjadi penyebab entah stres menghadapi kemajuan jaman yang tak mampu dikejarnya ataupun lingkungan yang tidak mendukung. Nah, disinilah peran kita sebagai teman untuk mampu mengingatkan hal-hal apa saja yang musti dilakukan, dikejar dan dihadapi. Ada sebagaian orang yang tidak mengerti arti "tanggung jawab" dan kenapa Ia tidak tahu? ada penyebab dari pola didik mereka dimasa kecil. Ya semua kembali pada niat pribadi masing-masing orang tersebut. Kalau mau hidup berjalan sesuai keinginan itu harus dikejar dan diusahakan. Cari ilmu sana-sini lihat kesusksesan orang lain (tanpa harus iri). Bukan begitu sodara-sodara..?! (jadi kaya bugulu ini teh) hehehe.

Kembali ke Ulang Tahun. Saya sebenarnya heran kenapa kita harus ulang tahun ya? Siapa yang pertama kali memprakarsai ide ulang tahun ini (maaf ga sempet searching). Karena sebagai seorang muslim dan memang kebetulan dikeluarga saya tidak mengenal istilah ini karena tidak pernah pula merayakan ulang tahun (ga ada modal kali ya) Ya sudah rasanya sesuatu yang baik kenapa tidak kita apresiasi, selama itu mendatangkan kebaikan, iya kan? Semoga saja dengan bertambahnya usia yang ke... *sebutin ga ya?* oke deh kan apalah arti umur sesuai judul diatas tapi ko berat banget ya mau nyebutin angka 41 (waduh keceplosan inih hahaa). Sebagai pribadi sih saya berharap dengan berkurangnya usia ada peningkatan dalam wawasan, kedewasaan dan kesabaran full dalam menghadapi berbagai macam situasi.

Saya suguhkan puisi buat diri sendiri ah.

Bernaung Di Bawah Takdir

Terlewati sudah perjalanan yang berliku dan terseok itu
Diantara rerumputan kering aku menyelusup mencari kesejukan
Walau pun tanah ini kadang basah kadang kering
Tetap memilah tempat untuk dipijak

Aku mencari perlombaan dalam jiwa yang kekurangan
Ada selintas takdir yang sempat ku sembunyikan
Karena takut dan tak percaya diri lantas menepi tak tahu diri
Namun ketidaknyamanan kerap menyelimuti

Kini masa itu masih ku jalani 
Memang belum sesuai hasrat hati namun tak akan ku pungkiri
Ada tautan yang menyapaku nanti
Dan bergegas menyapa diri, semoga terealisasi


Selasa, 15 Juli 2014

Minggu, 11 Mei 2014

Rabu, 07 Mei 2014

Menikmati Hari

Lumayan lama nih saya engga ngeBlog, eiy apa kabarnya? Karena hari-hari yang lalu rada-rada sok sibuk kayaknya, sekarang Alhamdullilah agak sedikit longgar, karena eh karena kini gaweannya nyambi jadi rumah nih, sambil ngemong si bocah yang baru berusia 15 bulan. Sebenarnya sedih sih, udah terbiasa dengan suasana kantor yang di Kalibata, dengan rekan yang semuanya baek banget, kocak dan saling support.

Kini apa daya, mau tidak mau saya musti kembali ke rumah, jadi pengawas dan pembantu, hiks. Ya, anak yang kedua sedang menghadapi UN SMP, sedangkan si bontot emang lagi perlu perhatian ekstra, belum lagi "suami" yang rada-rada manja minta perhatian lebih *tepok jidat pake duit* hadeeuh capedeh, hihihi.. Dan segudang persoalan menyangkut kegiatan anak-anakku di sekolahnya. Sampai-sampai pihak sekolah meminta kehadiran saya sebagai orang tuanya. Tapi dipanggil bukan karena kenakalan lho, guru cuma ingin konsultasi mengenai perkembangan anak-anak, yang ternyata anak sulung ku sering pingsan mendadak yang disebabkan sakit kepala akibat keserempet mobil 3 bulan lalu. 

Sedangkan anak ke 2, ternyata pernah bolos sampai 1 minggu lebih! penyebabnya? bukan tidak lain asma-nya sering kambuh, dan tidak ada keterangan ke pihak Sekolah. Bapaknya sibuk, emaknya sibuk cari materi, yang memang harus kami lakukan demi kebutuhan mereka juga tentunya. Tapi hasilnya? sedikit terbengkalai perhatian kami sebagai orang tua, saya khususnya "merasa" sudah memberi perhatian yang maksimal. Walaupun menanyakan kabar lewat telepon. Namun mereka menginginkan perhatian lain, keberadaan emaknya! Anak-anak sih bilangnya, "ga ada mama tuh ga bisa minta uang jajan lebih!" nah lho?! Padahal saya tergolong agak sedikit irit kalau nyangkut uang jajan mereka. Tergantung kebutuhan yang memang perlu banget, baru saya kasih. Ya, kadang sih ngasih kelonggaran juga, hehehe..

Sekarang, permasalahan dengan pihak sekolah udah clear, cuma ada cuma nih. Kerja di rumah sambil ngasuh si baby itu sesuatu banget deh, kerjaan ga kelar-kelar malah semakin numpuk. Bentar-bentar lari ngejar tu bocah yang udah mulai bisa jalan, ke luar rumah. Belum lagi rajukannya yang selalu pengen main ke luar. Kalaupun saya tahan untuk tidak main ke luar, ada-ada saja ulahnya, hari ini misalnya. Setengah air galon di dispenser habis di kucurkannya, untungnya temperatur panas tidak di nyalain. Salahnya saya, tadi keasyikan nulis dan si bocah asik main air. Memang butuh ekstra energi buat ngebagi waktu antara kerjaan rumah dan tugas jadi pengasuh. 

Memang butuh penyesuaian waktu, tapi saya coba nikmati dengan senag hati, karena memang harus begitu.