Jumat, 04 Agustus 2017

Peluncuran Kampanye Celebrate The Extraordinary Inspirasi dan Dukungan Untuk Ibu Dimasa Kehamilan dan Menyusui

Kampanye Celebrate The Extraordinary

Perubahan keseimbangan fungsi hormonal menuntut kesabaran ekstra, tiga bulan pertama usia kandungan sungguh merupakan masa-masa yang rentan bagi ibu hamil. Selain banyak ‘pantangan’ yang harus di hindari, faktor psikologis sangat mempengaruhi, mulai dari emosi yang kadang naik turun, perasaan tak menentu, sedih, kecewa, dan takut bisa jadi penyebab masalah dikemudian hari,

Tidak kalah pentingnya adalah faktor lingkungan yang kerap menjadi momok tersendiri, harus berhadapan dengan mitos yang turun-temurun, dan secara tidak langsung hal ini sangat mempengaruhi kejiwaan. Perjuangan seorang ibu tidak sampai disitu saja, berlanjut saat menyusui. Saya pribadi pernah mengalami "sulitnya memberi ASI" kepada anak pertama, sedih pastinya. 

Bertepatan dengan Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) yang tiap tahunnya diselenggarakan, mulai dari tanggal 1-7 Agustus, sebagai bentuk dukungan terhadap para ibu hamil dan menyusui, dan memberikan suport ditengah keterbatasan kemampuan akan pengetahuan  tentang nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui.

Menjadi bagian dalam rangkaian acara peluncuran kampanye Anmum Celebrate the Extraordinary bertempat di Lotte Shoping Avenue, Raffles Hotel Jakarata,  membuat saya semakin memahami, bahwa sebagai wanita yang telah menjadi ibu dukungan moril dari lingkungan disekitar itu sangat diperlukan. Sebagaimana yang diungkapkan Prof. DR. dr Ali Sungkar, SpOG(K) bahwa efek jangka pendek dan jangka panjang nutrisi buruk itu bisa komplek pada bayi, karena menyusui memiliki hubungan dengan resiko (kangker payudara) lebih rendah terhadap ibu. 

Kampanye Celebrate The Extraordinary


Selain Dr. dr Ali Sungkar, SpOG(K) yang merupakan Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia (PERINASIA),  Anggota Dewan Penasihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia untuk daerah DKI Jakarta. Turut hadir pula Cyntia Lamusu, seorang artis, penyanyi juga public figure. Cyntia membagi pengalaman bagaimana ia mampu melewati masa-masa kehamilan dan menyusui dari anak kembarnya (Tajtiana dan Bima) yang mendapat dukungan penuh dari suami, Surya Syahputra, mulai dari membantu membawakan ASI ke Rumah Sakit, karena salah satu anaknya yaitu Bima harus mendapat perawatan khusus, memberikan ketenangan dengan memberikan pijatan khusus demi memperlancar keluarnya ASI. 

Kampanye Celebrate The Extraordinary


Kehadiran Maria Leonnyta Sastra Wijaya, seorang ibu Pejuang ASI, tak kalah membuat saya haru juga, salut dengan semangatnya dalam memperjuangkan pemberian ASI ekslusif, bahkan sampai mampu mendonorkan ASInya, keren.

Banyaknya mitos yang jadi hambatan juga kurangnya dukungan lingkungan, belum lagi media kerap menyiarkan bahwa menyusui dengan botol adalah normal. Kurangnya pendidikan prenatal mengenai menyusui, kurangnya pendidikan dari petugas kesehatan, kebijakan rumah sakit yang kurang mendukung, ibu bekerja dan gencarnya promosi susu formula.

Dikatakan oleh dr Ali, bahwa "1000 hari pertama merupakan fondasi penting bagi masa depan anak, untuk itulah peran pendukung, entah itu suami, ibu dan ibu mertua diperlukan oleh ibu dan anak," 

"Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan ibu selama hamil dan dan sesudah kehamilan adalah kurangnya dukungan sosial," Hal inipun pernah saya alami, dimana saya saat itu terpaksa harus tinggal dengan kakak ipar setelah habis melahirkan. ASI menjadi tidak lancar bahkan cenderung berkurang, otomatis anak saya pun kerap menangis tiap saat. Dan ini menjadi bumerang, disatu sisi saya ingin mendapat kenyamanan untuk bisa mengurus bayi disisi lain kerap terbentur dengan aturan-aturan yang diluar logika. 

Tidak boleh mandi selama 40 hari, tiap hari harus makan kunyit mentah, sayuran pun hanya yang direbus saja, tanpa garam dan bumbu penyedap lainnya. Apalagi goreng-gorengan sama sekali tidak boleh disentuh. Saya kerap merasa kelaparan dan membatin karenanya. Otomatis ini mempengaruhi kelancaran ASI. 

Apa yang dipaparkan dr. Ali akan "Pentingnya sistem pendukung sosial yang sehat selama masa kehamilan dan menyusi memang tidak boleh dianggap remeh. Kestabilan sosial dan partisipasi sosial mampu memberikan dukungan emosional untuk mengurangi dampak stres kehidupan dan tantangan dikeseharian para ibu" pernah saya rasakan juga.

Berlanjut dengan pemaparan Rohini Behl, beliau sebagai Marketing Technical Advisor, Fonterra Brands Indonesia mengatakan bahwa menjadi ibu merupakan sebuah transisi luar biasa dalam kehidupan seorang wanita. Komitmen Anmum terhadap kesehatan dan kesejahteraan para ibu di Indonesia dengan cara mendukung penuh kegiatan pemberian ASI dan berbagi pengetahuan melalui Kampanye  Celebrate The Extraordinary dan merayakannya dalam momen yang menantang bagi banyak ibu. 


Kehadiran Ines Yumahan Gulardi MSc, merupakan Senior Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia melengkapi penjelasan para nara sumber diatas, bahwa "langkah keberhasilan dalam menyusui salah satunya adalah sarana pelayanan keberhasilan menyusui, karena setiap ibu membutuhkan dukungan konsisten yang bisa diandalkan. Dan Anmum yang telah teruji secara klinis melalui produk Anmum Materna mendukung pemberian nutrisi demi tumbuh kembang dan keberhasilan ibu saat menjalani berbagai kegiatannya. 


Asupan gizi pada ibu hamil ini sangat penting, pemberian nutrisi makro dan mikro dengan Gangliosida (GA) DHA, Zat Besi, Serat dan lainnya yang terkandung dalam Anmum Materna mampu memenuhi kebutuhan yang ibu perlukan. Oiya, Anmum Materna sekarang sudah tersedia dengan rasa baru, yaitu rasa coklat. Iya, rasa coklat ini memang menjadi favorite sebagian para ibu, termasuk saya. 

Sesuai yang Ibu Ines paparkan bahwa menurut survey 8 dari 10 ibu menyukai rasa Unmum Materna coklat, selain tidak neg sewaktu diminum (tidak seperti susu ibu hamil lainnya yang kadang komposisi zat besinya kentara), waktu saya mencobanya memang rasa Unmum Materna Coklat ini begitu kental, serasa memakan lelehan es krim. 
Kampanye Celebrate The Extraordinary


Itulah sepenggal pengalaman dan keseruan saya saat menjadi bagian dari Anmum Kampanye Celebrate The Extraordinary, selain pengetahuan juga mendapat ilmu baru bahwa dukungan sosial untuk ibu hamil dan menyusui itu jadi faktor penentu tumbuh kembang sang buah hati. 

Minggu, 30 Juli 2017

Antara Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
A3 Inkjet Printer dengan sang model :p
 Seberapa penting sih sebuah printer menurut kalian? Untuk copy desain, copy data, scan atau sekadar menyimpan kenangan tentang mantan. Memiliki printer itu diibaratkan sebagai kaki tangan kita, dengannya pekerjaan jadi lebih efektif dan efesien. Kan enggak lucu saat urgent diminta mengirimkan data-data atau copy invoice harus berlari mendaki gunung lewati lembah sedangkan sungai Sungai mengalir indah ke Samudera (abaikan) hanya untuk mencari warnet atau tempat photo copy.

Untuk mesin printer itu sendiri, biasanya kalian memilih yang bagaimana? Cukup untuk sekadar ngeprint dan mengcopy saja?.. Duh, coba ya itu, kenapa tidak dimanfaatkan kecanggihan teknologi lainnya. Saatnya memiliki printer yang bisa scan, ngeprint, fax, copy dengan kecepatan cetak dan kualitasnya memuaskan untuk memudahkan kita dalam mendapatkan tampilkan hasil kerja dengan format yang detail. 



Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
A3 Inkjet Printer


Nah, kebetulan Hari Sabtu tanggal 22’17 kemarin, saya ikut gathering bersama beberapa teman blogger Bandung bareng Brother. Tau kan Brother? Itu lho produsen mesin jahit sama printer, printer label dan scanner. Gathering yang bertema-kan “A New Era of A3 Inkjet Printer” bertempat Centropunto Indofusion Meeting Resto di Jl. Trunojoyo No 58 Citarum, Bandung. Sebuah tempat yang cukup homy menurut saya, dengan suasana santai dan keramahan para pekerja disana. Acara dimulai jam 11.00-14.00, sebelumnya kita dipersilahkan menuju area makanan yang sudah tersaji, karena jamnya makan siang. 





Disela makan siang itu saya jadikan momen temu kangen, yah tau sendiri yang namanya blogger aktifitasnya lebih sering berinteraksi di sosial media atau kalau enggak grup-grup whatsaap, tanpa jaim-jaiman kita semua akrab dalam pembicaraan yang topiknya berganti-ganti enggak jelas, tapi seru dan kocak sih. Kadang ledek-ledekan menu makanan yang diambil, entah itu porsi makannya yang nambah atau membicarakan bobot tubuh juga trend teknologi terbaru yang lagi hapening. Pokonya bertemu mereka-mereka itu asik banget. 

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Keseruan bertemu teman-teman


Tidak lama sesi utama pun dimulai, apalagi kalau bukan pengenalan produk terkini yang Brother keluarkan, yaitu Printer. Sebagai pembuka acara Mas Andre, Manager Marketingnya Brother mempersilahkan rekannya yang bernama Susanto Liu, (Produk Manager) atau biasa dipanggil rekan-rekannya dengan sebutan Giant (padahal postur tubuhnya enggak besar-besar amat 😃) untuk memperkenalkan produk terbaru yaitu printer Inkjet A3 Multi-Function, tipe printer ini yaitu MFC-J3530DW InkBenefit yang diluncurkan guna memenuhi kebutuhan bisnis kecil dan menengah (SOHO dan SMB). 


Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Si imut Mas Andre

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Presentasi Mr. Giant

“Diidesain dengan kelengkapan fitur mulai dari print, scan, copy dan fax hingga ukuran A3 yang tentunya hal ini akan menunjang kemudahan cetak-mencetak. Selain memiliki design yang kokoh dan handal. Sebagai perusahaan printer yang memiliki keunggulan cetak cepat dan mudah digunakan, Brother Indonesia telah memposisikan dirinya sebagai perusahaan printer dengan biaya yang hemat dan selalu memberikan solusi bagi setiap pengguna yang membutuhkan printer” ungkap Mr Liu.

Tidak lama berselang, giliran Mr Deny Santosa selaku General Manager PT. Brother International Sales Indonesia menambahkan bahwa, “Demi memahami kebutuhan dalam berbisnis diluncurkannya printer Inkjet A3 Multi-Function, yang memfokuskan kecepatan cetak, kualitas cetak demi kepuasan konsumen dalam melakukan aktifitas di dunia bisnis. Dengan kecepatan print FPOT kurang dari 6 detik, dengan daya hidup mesin hingga 66% (mencapai 100.000 halaman), dengan ADF (automatic document feeder) hingga 50 lembar. Dengan kemampuannya ini sebuah Printer bisa dijadikan peluang usaha juga lho.
 
Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Fitur aplikasi mobile Brother


Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Fitur aplikasi mobile Brother

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Fitur aplikasi mobile Brother

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Fitur aplikasi mobile Brother

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Fitur aplikasi mobile Brother

Inkjet Printer Brother dan Peluang Usaha
Fitur aplikasi mobile Brother


Penggunaan semua terkoneksi dari perangkat mobile seperti iprint & scan, Brother print service plugin for android, apple airprint, google cloud print 2.0, penambahan fitur scanning QR code, untuk mempermudah proses scanning, Printer MFC-J3530DW InkBenefit telah dilengkapi dengan kemampuan Scan to email server yaitu mampu mengirim email langsung melalui printer tanpa membuka laptop. Untuk servernya itu sendiri harus didukung kecepatan internet, pakai XL misalnya, bisa sekaligus nelpon gratis sambil ngeprint. Bagaimana tertarik? ingin tahu berapa harganya? Printer canggih ini dihargai Rp. 5.890.000. O iya, biasakan juga menggunakan tinta asli (jenis LC 3617 harganya sekitar Rp.120rb-an),  bukan suntikan, karena itu akan mempengaruhi hasil kinerja sebuah printer. Untuk lebih detail mengenai Printer Inkjet ini silahkan kunjungi website Brother disini http://www.brother.co.id disana ada banyak pilihan mulai dari Printer, Tinta Printer juga Mesin Jahit.

Sebelum acara berakhir ternyata ada kejutan yaitu hadirnya blogger maestro photografi siapa lagi kalau bukan Mas Ary Mozta, pria keturunan arab (sepertinya) dengan perawakan tinggi agak kurus, dengan keramahannya didapuk untuk menelurkan kemampuannya dalam mengambil object sebuah gambar yang bagus. 


"Yang perlu diperhatikan adalah angle pencahayaan" dan Mas Ary bilang usahakan untuk mengambil object di jam antara pagi dan sore. Tidak ada pakem khusus dalam dunia photografi, yang terpenting saat mengambil object itu hati dan perasaan kita harus menyatu. Jadi mau dimanapun penempatan sebuah properti tidak masalah, yang terpenting tata cahaya harus tepat dan enak dipandang. Disesi sharing tentang fotografi Mas Ary mendapat penghargaan dari Brother atas kontribusi dan loyalitasnya selama ini, keren ya. 




Pokoknya keseluruhan acara ini selain mendapat bekal ilmu tentang teknologi sebuah printer, belajar fotografi sama ahlinya, juga bisa tetap menjalin silaturahmi dengan teman-teman sesama blogger. Kalau kalian bagaimana? 

Sabtu, 17 Juni 2017

Live To The Max! Bersinergi Dengan Keadaan

Bismillahirohmannirrohim.

Hidup yang jelas dari pengalaman, menghidupkan makna hanya dari pemahaman artinya selama saya mengarungi kehidupan ini tak kurang dari berbagai deraan ombak dan tiupan angin sepoi-sepoi. Kadang menyejukkan kadang perih dirasakan. Saya terlahir dari keluarga sederhana yang untuk sekadar makanpun harus berjuang mati-matian. Masa kecil saya tidak sebagaimana umumnya anak-anak yang bisa dengan bebas mendapatkan apa yang diinginkan.

Kerap menahan tangis saat lapar mendera karena tidak ada yang bisa dimakan saat itu, harus menunggu kedatangan Bapak yang tidak menentu jam pulang kerjanya. Beruntung saya punya sifat cuek dan tomboy, sesulit apapun kedaan yang menimpa tidak pernah sekalipun membuat hidup saya patah arang, ditengah ketidakberdayaan ekonomi keluarga alhamdullilah saya selalu punya ide untuk bisa memenuhi kebutuhan utama satu itu, makan.

Saya kecil dipaksa dewasa oleh keadaan

Disaat para tetangga membutuhkan pertolongan entah itu mengambilkan air, memijat atau dimintai tolong membeli kebutuhan meraka. Maka dengan sigap saya selalu mengiyakan permintaan itu. Tidak perduli berapapun materi yang diberi selalu saya terima dengan gembira, malah terkadang hanya diupah dengan sepiring nasi pun saya sangat senang. Pernah juga menjajakan es pepaya dan pisang molen, saat itu usia tujuh tahun kalau tidak salah ingat. 

Ada kejadian lucu sewaktu berjualan es pepaya, saat menjajakan diwaktu terik matahari tanpa sadar sepanjang perjalanan es pepaya itu saya makan. Alhasil sewaktu ada orang yang mau beli, esnya sudah habis saya makan. Tidak paham dan tidak tau harus bagaimana mengatakan hal ini kepada pemilik es, dengan enteng saya bilang kalau esnya habis saya makan. 

Dimarahin? Pastinya, dan saya tidak diperbolehkan lagi berjualan. Lain lagi cerita sewaktu berjualan pisang molen, dagangannya laris terus tiap hari namun keuntungan yang didapat tidak saya nikmati sendiri, keuntungannya itu sering saya berikan kepada seorang teman yang kehidupannya tak jauh beda dengan saya, hanya saja dia seorang anak yatim. Dan saya memang punya sifat tidak tegaan. Apa yang saya punya selama itu ada pasti akan saya bagi dua.

Membangun ambisi

Melihat keadaan sekitar dan kejadian sehari-hari, membuat saya berpikir keras bagaimana caranya bisa mengubah dunia dan keadaan, saya tidak ingin melihat orang-orang yang senasib dengan saya larut dalam kepasrahan menerima nasib yang itu-itu saja. Mulailah saya bergerak dengan pikiran-pikiran dibarengi ide yang terkadang nyeleneh, diluar kebiasaan orang. Mulai dari mengumpulkan teman-teman, membuat berbagai prakarya dari barang bekas untuk di jual nantinya.

Alhamdullilah apa yang saya lakukan itu terdengar oleh pihak sekolah dan sayapun mendapat penghargaan dengan diberikan beasiswa untuk jangka waktu lima tahun (waktu melakukan kegiatan itu saya masih kelas 1 SD). Hal ini pun diikuti dengan nilai-nilai sekolah lumayan baik. Saat itu saya berpikir, tidak mentang-mentang mendapat beasiswa lantas seenaknya, saya harus mampu menunjukkan prestasi demi balas budi kepada pemerintah dalam hal ini sekolahan.

Mengejar kesesuaian, live to the max!

Beranjak dewasa dan berumah tangga, kembali terulang kisah masa kecil, ya, ekonomi, walaupun tidak sama kejadiannya. Sempat stres dan marah, beruntungnya saya bukan tipe orang yang mudah putus asa, ditengah keterpurukan ekonomi setelah suami terkena PHK besar-besaran dan suami sampai hilang semangat utuk mencari pekerjaan, kehidupan saya saat itu seakan berada dititik terendah.

Beruntung Allah memberi ujian seberat itu yang membuat saya nyatanya mampu bangkit dan bergerak. Mulailah dengan mencari pemasukan untuk membantu suami dari berjualan kerudung, masakan, kerupuk, menjualkan barang dagangan (baju dan peralatan rumah tangga) orang, semua saya lakukan dengan penuh keikhalasan, sampai akhirnya bisa mendirikan sebuah warung kecil-kecilan. Bahagia rasanya bisa memampukan diri.

Sebagai penyuka tantangan, suatu saat sewaktu saya bekerja di sebuah salon kecantikan. O iya, ditengah kebahagian bisa mendirikan warung itu, saya mendapat tawaran dari seorang teman untuk mengisi lowongan pekerjaan di Salon. Ini kesempatan baik bagi saya untuk mengembangkan diri, dan kembali lagi-lagi demi kesejahteraan keluarga.

Bermodalkan tekad saya diterima di salon sebagai asisten kapster dengan tugas beres-beres dan mencuci rambut. Tugas itu hanya saya lakukan selama tiga bulan saja, saya akhirnya dipercaya untuk melakukan tugas sebagai hairstylish dan make up. Apakah saya punya basic untuk melakukan tugas itu? Sama sekali tidak. Saya hanya belajar dari lingkungan dengan seringnya memperhatikan teman yang sedang memotong rambut atau merias wajah.

Ini tandanya penghasilan sayapun meningkat, alhamdullilah tentunya. Dan sebuah kendaraan roda dua pun saya miliki, meskipun dengan mencicil selama tiga tahun dan melunasinya sebelum waktunya.

Semakin aktifnya di dunia pekerjaan itu membuat saya harus benar-benar memperhatikan kesehatan tubuh, karena bekerja di Salon bisa seharian berdiri, tangan bekerja tanpa henti, tak jarang hal ini sempat membuat tubuh drop.

Beruntung waktu itu ada klien di salon yang menyarankan untuk mengkonsumsi Theragran-M jadi saat sakitpun tidak perlu berlama-lama, dan Theragran ini memang nyata ampuhnya sebagai vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan juga mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit. Jadi saya pun mampu beraktivitas kembali dengan cepat.

Source by jejakatadotcom
Inilah saya sekarang, yang selalu tertantang dengan pekerjaan lain dengan berkecimpung di dunia blogger, banyak sebenarnya kejadian-kejadian yang memilukan dan miris tapi saya belum sanggup menceritakannya. Yang jelas dibalik semua itu menjadikan saya pribadi yang berusaha untuk selalu tegar dan bersemangat dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Dan dengan tulisan ini ada berjuta harap dan impian untuk bisa berbagi kepada sesama teman blogger lainnya ataupun siapa saja yang membaca kisah ini, bahwa hidup itu hanya bisa dilakukan dengan perbuatan. Ingin maju ya bergerak, ingin sukses ya bekerja keras.

*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M*

Jumat, 16 Juni 2017

Mau Pulang Atau Pergi Pakai Pesawat Biar Efisien

Mau Pulang Atau Pergi Pakai Pesawat Biar Efisien
Mudik telah tiba..Mudik telah tiba. Horeee..horeee...hatiku gembira.

Deuuh yang sebentar lagi mau mudik pastinya senang dong ya. Sudah tidak sabar bertemu keluarga dan teman-teman masa kecil. Tentunya ingin juga merasakan liburan yang hemat dan berkesan. Kenapa harus dengan pesawat terbang? Karena masih banyak orang-orang menghindari pergi menggunakan pesawat terbang dan lebih memilih untuk pergi menggunakan mobil, bus, atau kereta dengan alasan lebih murah dan hemat. Padahal, bepergian dengan pesawat itu memiliki keuntungan tersendiri lho. Misal;

Efesien diwaktu

Sebenarnya menggunakan pesawat transportasi terbang akan lebih menghemat waktu, terutama untuk perjalanan yang jauh. Kita tidak akan mengalami kemacetan di jalan, waktu yang tersisa pun bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan ke tempat rekreasi atau berbelanja.

Tenaga tidak terkuras

Karena dengan menggunakan pesawat terbang tentunya mempersingkat perjalanan, hal ini selain menghemat tenaga, kita juga bisa langsung melakukan aktivitas tanpa harus merasakan kelelahan atau kecapean di perjalanan tadi.

Hemat waktu dan mudah

Selain harga tiket pesawat yang bersaing dan murah. Jangkauan rute hingga ke pelosok, dengan pesawat terbang memungkinkan kita untuk pergi ke tempat tujuan terpencil sekalipun. Dan juga dengan naik pesawat terbang itu, tidak perlu repot mengurus barang bawaan, tinggal kita serahkan semua pada layanan maskapai yang akan kita tumpangi.

Keamanan dan kenyamanan terjamin

Nyatanya naik pesawat terbang lebih aman dibanding kendaraan lainnya lho. Hal ini terbukti dari angka kecelakaan pesawat terbang terbilang lebih sedikit jika dibandingkan dengan angka kecelakaan motor ataupun mobil. Saat membawa barang berharga pun pastinya lebih aman jika naik pesawat.

Selain memperhatikan keselamatan jiwa dengan pelayanan dan kenyamanan yang diberikan maskapai penerbangan , kita tidak perlu khwatir merasakan ketidaknyamanan saat menempuh perjalanan apalagi harus berdesakan dengan penumpang lain seperti di dalam kendaraan Bus, Motor ataupun Mobil.

Adalah pilihan bijaksana jika kita pergi mudik ataupun pulangnya menginginkan sebuah perjalanan aman, nyaman dengan pelayanan yang baik dan segudang keuntungan lainnya. Ini saat menggunakan transportasi udara. Oiya, semua hal diatas saya ketahui dari seringnya mendapat info-info dari komunitas #SobatAviasi yang mana saya sebagai anggota didalamnya. Kalian bisa gabung juga kok disini ya https://www.facebook.com/djpu151/ atau bisa juga akses Instagramnya @DJPU151





Minggu, 11 Juni 2017

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Hari itu, selepas menghadiri sebuah acara di Hotel Novotel, Bandung. Seorang teman mengajak saya untuk kongkow sejenak, ya sambil rumpi-rumpi dikitlah. Kebetulan hari itu Hari Sabtu, ajakan itu langsung saya iyakan. Mahlum saya memang amat jarang punya me time, jadi kenapa tidak menyenangkan diri berkumpul bareng teman seprofesi.

Fix saat itu kami memesan ojek online, saya, Astri Novia, Ratry, Dedew sama Desverani. Tempat yang di tuju berada dikawasan Bandung barat, tepatnya di kawasan Dago Resort, Monggolian Grill Joglo. Resto yang terbilang masih baru bediri sekitar enam bulanan. Dalam hati sih tadinya sudah terbayang resto di kawasan Dago pasti mahal, ya tahu sendiri kalau daerah Dago itu tempatnya orang-orang elit.

Empat orang kawan sudah beranjak pergi menuju tempat, sedangkan saya kebetulan kebelet pipis, jadi saya paling belakangan. Alhamdullilah, tidak lama ojek online yang saya pesan tiba (menurut notif dari dari sms) begitu keluar dari Hotel, ternyata akang ojeknya belum muncul dilihat lagi posisi akang ojeknya masih sekitar lima belas menitan lagi, duh. Bisa jadi ini sih karena lalu lintas sedang macet, maklum weekend. Bolak-balik saya tanya ke akan ojek posisinya lagi dimana, jawabnya sudah dekat. Untung saya telponnya pake XL, yang cuma dikenakan 1 rupiah ke semua operator. Jadi enggak nyedot pulsa, aman pokoknya.

Sambil nunggu di depan Hotel itu, ya sempet-sempetnya sih akses youtube lumayan nonton Youtube juga free, XL gitu loh! Hihihi. Waktu berlalu detikpun berganti ke menit yang dinanti tak kunjung tiba, resah dan gelisah menunggu disini disudut sekolah.. eh salah, Hotel, Abaikan. Lantas, tidak sengaja saya lirik sepeda motor yang ada di samping ada orangnya yang tengah ngotak-ngatik hape, saya perhatikan nomer motornya kok sama dengan motor yang di order.

Lalu pandangan kami beradu ... jreng jreeeeng” maaf Mas, ojek bukan ya? Tanya saya. “mmm, iya Bu, saya lagi nunggu penumpang dari tadi. “Atas nama Ibu Yuli bukan, ya?” tanya saya lagi. “Iya, betul Bu..” Ya ampuuun.. mas mas, kenapa enggak nelepon sih? Saya dari tadi nungguin. Dengan mimik muka setengah greret (pengen ngasih bazoka), saya pun langsung nyamber helm. Ya udah, Cabut! Saya telat nih. “Siap, Bu..!” Drama pun berakhir setengah tragis.

Menerobos kemacetan, memang jasa ojek online itu bisa diandalkan. Kami seperti sedang mengejar penjahat, laju motor dibuatnya seperti tanpa beban. Namun, keinginan tiba di tempat tujuan tepat waktu pun ternyata masih jauh dari kata klop. Kami tersasar lumayan jauh dari tempat yang dituju, lantas apa gunanya tadi seakan-akan beraksi di film Renegade (jadul pisan nya wkwkwkk) kalau hasilnya ternyata nyasar. Baiklah mungkin ini ujian jiwa, halah.

Akhirnya, ketemu juga tempat yang di tuju Monggolian Grill Joglo, beres bayar ojek saya pun langsung masuk area Resto, hmm, suasana resto ini sejuk banget dan luas. Begitu masuk langsung di sapa teman-teman yang sudah dari tadi tiba dan tengah menikmati hidangan. Mencium aroma menunya membuat perut saya langsung bergoyang. “Udah, sana pesen dulu.. tuh disana (nunjuk ke sudut ruangan)” ucap Astri. Masih sedikit agak bingung saya pun berjalan ke tempat yang di tunjuk.
Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Ada hindangan dari sebuah meja memanjang yang berisikan aneka sayur mayur, jamur dan aneka saus, di sampingnya tersedia penggorengan pipih cukup besar.
Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo
Seorang chief yang berdiri di samping penggorengan langsung mempersilahkan saya untuk memilih menu, sambil memilah-milah saya pun bertanya kenapa ada kuali besar. Dijawab oleh mas koki “Ibu pernah lihat acara tv Kungfu Chef?..” Nah, ini seperti itu, semua di masak saat itu juga sesuai selera konsumen. Setelah semua bahan terkumpul di satu piring yang tadi di sodorkan chief, saya sodorin kepada chiefnya. Dan tidak menunggu lama, semua bahan sayuran masuk ke atas pinggan yang besar tadi. Dan saya pun ikut merasakan sensasi memasak ala mongolian, seru.

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Oiya, menu yang ditawarkan cukup bervariasi mulai dari, Chicken Wings, Nasi Iga, Mie Siram Iga, Bebek Goring Joglo, Tenderloin Steak, Mie Goreng Joglo, Pan Scared chicken Salad serta Sop Buntut. Katanya menu Mongolian Grill Joglo ini unik dan langka, dan pula ini merupakan satu-satunya di Bandung lho yang punya konsep resto dan cafe seperti itu. Jangan khawatir harga menu disini masih cukup terjangkau, murah, dibawah 100an.
Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Resto dan Cafe Mongolian Grill Joglo merupakan perpaduan masakan khas Mongolia dan bangunan pendopo adat jawa yang dinamakan Joglo, dimana seluruh bangunan didesain khusus dan dibuat seasli mungkin khas rumah joglo. Menurut pemiliknya, Bapak Joko, semua material yang ada di resto dan cafe ini sengaja didatangkan dari Solo dan ini juga merupakan bangunan asli dari Solo yang memang sengaja di pindahkan.
Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Kulineran Di Bandung Mampir Di Mongolian Grill Joglo

Dengan menempati tanah seluas 7000 meter, untuk bangunan seluas 950 meter sisanya di manfaatkan untuk sarana pendukung lainnya mulai dari parkir, taman serta penginapan dengan kapasitas kalau tidak salah, 19 kamar untuk saat ini. Pokoknya kalau mau kulineran di Bandung dengan tempat yang lumayan cozy, bisa memandangi Kota Bandung dari ketinggian, hawa sejuk. Sudah deh mending mampir ke Monggolian Grill Joglo yang beralamat di Jl. Raya Resort No 19 Dago Pakar. Jangan lupa ajak-ajak saya, ya.


Sabtu, 27 Mei 2017

Ngobrol Bareng MPR RI Tentang 4 Pilar Kebangsaan Yang Kerap Kita abaikan

Empat Pilar MPR
Netizen Bandung, Ngobrol Bareng MPR RI

Assalammualaikum, jarang-jarang nih saya nulis tentang kebangsaan, dan ini jadi pertanyaan tersendiri buat saya “sebatas mana rasa nasionalisme yang saya miliki’’ Tapi saya yakin kok, bahwa saya memang punya rasa itu, contoh kecilnya ya dengan tidak bertidak diluar norma dan ketentuan hukum yang berlaku, tidak menentang kebijakan dan perundang-undangan juga tetap menghormati asas Pancasila sebagai landasan bernegara.

Seperti yang di kutip dari Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono dalam sesi acara "Netizen Bandung, Ngobrol Bareng MPR RI" di Ruang Voltaire, Hotel Novotel, Bandung "masyarakat harus paham pada lembaga negara, serta paham akan wewenang dan tugas-tugasnya. Acara dipandu oleh Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi Humas MPR, Andrianto yang dihadiri teman-teman blogger dari beberapa daerah seperti, Purwakarta, Cianjur, Cirebon, Tasimalaya, selaku pegiat sosial media mengapresiasi kegiatan acara seperti ini. 
Empat Pilar MPR
Netizen Bandung, Ngobrol Bareng MPR RI

Tujuannnya tidak lain bahwa sebagai instrumen kehumasan, para netizen mampu jadi penghubung MPR dengan masyarakat. Empat Pilar MPR bisa berkembang luas di masyrakat dan MPR memerlukan partisipasi pegiat media sosial untuk ikut menjembatani bagaimana MPR di mata masyarakat baik, serta memberi pemahaman bagaimana itu MPR yang mampu menjadi Rumah Kebangsaan. Program ini pun bertujuan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Pilar MPR
Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono

Sedangkan narasumber yang hadir selain Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono adalah Kepala Biro Humas Setjen MPR, Siti Fauziah, MPR Kepala Bagian Pemberitaan, Hulembaga, dan Layanan Inforformasi Biro Humas MPR, Rharas Estining Palupi, sebagai pemerintis pertemuan netizen kali ini. O, iya, pertemuan antara MPR dan para blogger ini sudah dirintis sejak dua tahun lalu, yang pertama berlangsung di Bogor, Solo, Jogjakarta, dan Jakarta. Untuk Bandung itu sendiri ini merupakan yang pertama di tahun 2017.

Empat Pilar MPR itu apa saja

1.Pilar Pancasila

Indonesia memiliki 19 000 pulau lebih, terdiri dari berbagai suku bangsa yang beraneka ragam adat-istiadat serta budaya dan agama. Seyogyanya kita harus mampu untuk saling menghormati segala bentuk perbedaan itu.

(Pasal 35) Menetapkan bendara Negara Indonesia sang merah putih

(Pasal 36) Bahasa Negara yaitu Bahasa Indonesia

(Pasal 36A) Lambang Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

(Pasal 36) Lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya.

2.Pilar Undang-Undang Dasar 1945

Merujuk pada pasal 1 ayat (2) Undang-undang Dasar Negara Ripublik Indonesia 1945 yang menetapkan bahwa “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang dasar”

Sejalan dengan tuntutan reformasi dan tuntutan kebutuhan bangsa Indonesia, MPR dengan semangat kenegarawan dan memalui tahapan pembahasan mendalam dan bersungguh-sungguh untuk melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Reformasi konstitusi telah mengantarkan bangsa Indonesia memasuki babak baru yang mengubah sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perubahan yang disepakati dari amandemen UUD 45 adalah dengan cara adendum yang artinya perubahan UUD RI 45 dilakukan dengan tetap mempertahankan naskah asli, sedangkan naskah perubahan ditempatkan melekat pada naskah asli.

3.Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Menurut pasal 26 telah dicantumkan bahwa, yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagi warga negara.

(Pasal 27) Segala warga Negara Indonesia kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada pengecualian. Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 ayat 3).

4.Pilar Bhinneka Tunggal Ika

Di runut dari pasal 28J ayat 2, bahwa dalam menjalan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan undang-undang, dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain serta untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum suatu masyarakat demokratis.

*******


Saya yakin 4 Pilar diatas seringkali terabaikan oleh sebagian kita, hingga banyak kejadian yang kerap mengundang kontoversi baik terhadap perorangan, kelompok dan yang lebih miris lagi terhadap aparatur negara. Mungkin inilah yang ingin ditekankan oleh MPR dengan cara mengundang kami-kami yang terbiasa mengakses sosial media dalam Acara Netizen Bandung, Ngobrol Bareng MPR RI
Empat Pilar MPR
Kebersamaan Blogger di acara Netizen Bandung, Ngobrol Bareng MPR RI


Tentunya ini memberi saya wawasan baru, bahwa kita sebagai masyarakat bisa ikut andil dalam merealisasikan pemahaman dengan beragam bentuk dan cara (selain demo) kepada masyarakat, bisa melalui tulisan bergambar (komik), dongeng, film, cyber army dan banyak cara inovasi lainnya. Pun bisa dengan ketetapan kita saat menggunakan internet, menyebarkan berita yang menginspirasi misal, tetap menjadi salah satu langganan provider XL dengan selalu memberikan informasi yang baik, karena jaringan XL yang sudah 4G dengan kecepatan akses inernet lumayan kencang (di daerah saya lho ya) sedikitnya PT XL Axiata pun telah menjadi bagian dari 4 Pilar yang saya uraikan diatas.

Yuk, mulai saat ini baiknya kita bersinergi dengan MPR dan Undang Undang Negara Republik Indonesia, hanya kita yang bisa mewujudkan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik.

Kamis, 18 Mei 2017

Sosialisasi Badan Standarisasi Nasional (BSN) Melalui Acara Fun Bike

Hari Minggu kemarin saya mendapat undangan untuk ikut serta memeriahkan acara fun bike juga pengenalan tentang Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) dengan tema "#SNIMelindungiKonsumen #FunBike2017 yang di selenggarakan  Badan Standarisasi Nasional (BSN). Di Kantor BSN yang terletak di kawasan Jln. M. Thamrin, Jakarta.

Karena hari itu Hari Minggu bertepatan dengan acara car free day, dimana banyak orang yang memanfaatkan kawasan bebas asap kendaraan bermotor ini sebagai sarana olah raga. Saya sendiri baru pertama kalinya menginjakkan kaki di kawasan cfd ini, rasanya selain asik bisa jalan-jalan di jalanan tanpa kendaraan juga menikmati pemandangan hutan beton Ibu Kota tanpa "kemacetan".


Acara fun bike dimulai jam 6 pagi dan pelepasan peserta sekitar jam 7 pagi. Berhubung saya tidak ikut sebagi peserta fun bike, jadinya saya dan beberapa teman-teman dari Komunitas ISB yang tidak ikut, diperkenankan untuk meliput di area acara. Oh iya, ada hiburan live musiknya juga lho. Sambil menunggu kedatangan para peserta funbike, momennya saya abadikan melalui foto-foto. 


Tak lama kemudian, sekitar jam 9 pagi, setelah para peserta funbike berdatangan. 
O, iya. Di acara ini juga ada bazarnya, walaupun tidak banyak varian menunya, tapi dipastikan menu yang disajikan sudah berlabel SNI, halal tentunya. Hadir sebagai narasumber, Kepala BSN, Bapak Prof. Dr. Bambang Prasetya. Beliau mengatakan bahwa, pemerintah melalui Kementerian Teknis, terkait penetapan beberapa produk yang wajib mendapat pengesahan/label SNI sebelum diedarkan kepada masyarakat luas.


Kurang lebih ada 205 produk yang wajib berSNI, beberapa contohnya adalah produk, helm, air mineral dalam kemasan (AMDK), ban, pupuk, baja, selang dan regulator gas, juga produk mainan untuk usia maksimal 14 tahun, dan banyak lagi yang lainnya. Untuk update informasi terkait SNI termasuk tata cara memdapatkan label SNI. Bisa diakses di sisni.bsn.go.id.

Untuk penerapan SNI yang dapat dipertanggungjawabkan, setidaknya ada tiga pihak yang bisa diperoleh manfaatnya secara langsung. Yang pertama yaitu, Produsen, dalam hal ini pastinya akan tertantang untuk selalu berinovasi, sehingga memiliki daya jual dengan kualitas baik.

Selanjutnya adalah Konsumen, dengan adanya SNI konsumen bisa terbantu dari informasi akan bahaya yang mengancam keselamatan, kesehatan, juga lingkungan. Dengan SNI pula kita sebagai pengguna sebuah produk, bisa menikmatinya tanpa merasa waswas antara harga dan kualitas.

Selain itu hadir pula Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Bapak Tulus Abadi. Pemaparan beliau akan pentingnya kepuasan konsumen terhadap produk, menjadi prioritas YLKI, demi melindungi hak konsumen akan kenyamanan dan keamanan dari barang yang dibelinya.

Hal ini pun sesuai dengan amanah dari UUD No. 20 tahun 2014, ungkap Pak Bambang. Bahwa BSN memiliki tugas dan tanggungjawab akan standarisasi juga penilaian kesesuaian, mulai dari pemrograman, perumusan, penetapan dan pemeliharaan (kajian ulang) SNI. 

Pada prinsipnya seluruh SNI yang diterapkan oleh BSN, penerapannya bersifat suka rela. Namun untuk tujuan tertentu, misal :
1. Perlindungan konsumen, tenaga kerja pembuat produk, juga masyarakat dari segi keselamatan, keamanan juga kesehatan.
2. Pertimbangan keamanan negara,
3. Tuntutan perkembangan ekonomi serta lancarnya iklim usaha demi persaingan yang sehat,
4. Lingkungan hidup,
Intinya, bahwa SNI yang mengatur segala aspek kehidupan masyarakat, bukan semata-mata untuk produk atau barang saja. 

Sebelum acara berakhir, BSN memperkenalkan maskot terbarunya yang diberi nama Si Rino Sahabat SNI. Maskot Rino ini diadaptasi dari hewan Badak Bercula Satu, filosofinya tak lain adalah karena badak merupakan hewan tangguh, mamalia terbesar kedua di dunia yang masih hidup sampai sekarang. 


Kostum yang di pakai Si Rino disisipkan atribut wayang Gatotkaca, yang tentunya ini menjadi lebih berkarakter, perpaduan antara Badak Jawa dan Wayang Gatotkaca menjadi lebih hudup. Ini artinya bahwa SNI sebagai ukuran sebuah standarisasi di Indonesia ingin memberikan kenyamanan, kekuatan dan mampu melindungi penggunanya. 

Jadi, sudah fahamkah kita untuk senantiasa memperhatikan produk yang ber abel berSNI?