Kamis, 22 Januari 2015

Perempuan "Menantang" Media Sosial

foto http://health.dekiben.com



Saya memang seorang Perempuan yang "Menantang" Media Sosial. Menulis sudah menjadi kewajiban buat saya. Disela kesibukan kerja selalu menyempatkan untuk menulis walaupun hanya satu paragraf. Terkesan lambat memang tapi daripada tidak sama sekali kan?. Ternyata dengan menulis energi kita mampu menyalurkan ide-ide yang seringkali tertanam hanya dalam benak.

Selasa, 13 Januari 2015

8 JENIS MAKANAN PENCEGAH PERUT KEMBUNG

Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami namanya perut kembung kan? samaaa..sering malah hiks

Ternyata ini disebabkan oleh sisa asupan garam berlebihan, makan berlebihan, menyantap makanan pedas berlebihan atau mengkonsumsi air berkarbonasi "cola".

Memang ada sih beberapa jenis makanan bisa jadi penyebab  kembung pada sebagian orang, di antaranya, produk susu, kacang-kacangan, pemanis buatan, kubis dan brokoli.

Jumat, 02 Januari 2015

Status Inspiratif Para BLOGGER 2015

Bismillah....

Awalnya dari keisengan saya plus bingung mau nulis apaan di tahun yang baru ini. Nah.. kebetulan saya suka merhatiin status temen-temen di fb. Sekiranya bikin saya tersenyum atau berkaca pada diri sendiri. Disana ada banyak kalimat yang ternyata mampu membuat saya tertegun sejenak.

Mohon maaf jika ada diantara teman yang kurang berkenan status fb-nya saya catut jadi bahan postingan. Sueer deh.. saya hanya terinspirasi. Setiap ajakan kebaikan tentunya harus mendapat apresiasi. Terutama oleh saya sihh.. hehehe


Rabu, 03 Desember 2014

A Self Reflection Jakarta - Bandung


Gara-gara GA nya Om Her nih, nyuruh merefleksikan blog, saya jadi keingetan lagi, hiks. Sedih bercampur haru juga malu *nah loh!* Iya, gimana nggak sedih. Setelah beberapa jam obrak-abrik blog. Lantas baca lagi postingan yang pernah saya buat dengan judul "Kisah Perjalanan Menuju Kantor". Nggak asik sih sebenarnya. Cuma yaa.. Ternyata eh ternyata postingan itu yang bikin mood ini kambuh, Setelah sebelumnya up and down *halah so englis-englisan :)*.

Tulisan itu saya ketik, ketika tengah dalam perjalanan dari rumah (Bandung) menuju Jakarta, tepatnya di Kalibata. Nah, dalam perjalanan itu, saya mendapati kejadian lucu bin ngenes. Tentang kisah sepasang suami-istri, yang kebetulan satu armada travel. Baydeway bukan itu sih inti cerita yang ingin saya refleksikan. Melainkan perjuangan saya mengais rejeki di Ibu Kota. *Duh, mulai lap air mata*

Hmm.. tarik nafas dulu ah, whuuuushaa.. Sedih nggak sih?, kita sebagai orang tua dengan sangat terpaksa harus meninggalkan anak-anaknya. Padahal mereka tengah membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Tapi, mau tidak mau saya melakukan ini, demi mereka juga. Demi keberlangsungan hidup kami. Karena hidup adalah pilihan, dimana saya harus mengeksekusi sebuah keputusan. Bahwa saya harus bekerja.

Pasti anda-anda sekalian bertanya "suaminya kemana?!".. Suami saya ada ko, masih sehat dan masih mencari nafkah. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadapnya. Kami sepakat untuk bekerja sama. Sama-sama cari nafkah. Kami berdua tidak sempurna, pun dengan segala keterbatasan yang ada. Meski pada mulanya suami merasa keberatan dengan keputusan yang saya ambil. Butuh proses empat bulan, untuk mendapat restu dan ridhonya.

Lima bulan sudah berlalu *Oiya, saya sekarang berkantor di Bekasi, dulu di Kalibata. Masih perusahaan yang sama, dibidang penerbitan. Sebagai Marketing online. *Saya bukan penulis. catet ya, hihi.. tapi berharap jadi penulis sih* Semoga terkabul, aminkan dong *jangan tepok jidat ya*
Huhuhu.. Dengan menempuh perjalan Bandung-Jakarta tiap minggu. Sungguh sesuatu banget. Kadang sedih kadang sumringah.

Di hari Jumat malam, saya selalu ready. siap-siap pulkam. Dengan hati berjuta rasa. Dipelupuk mata, terlihat anak-anakku tersenyum bahagia menyambut kedatangan emaknya. Hmmm, jadi greget, pengen cepat ketemu, hik hik. Padahal perjuangan untuk bisa pulkam itu, jreng jreng jrengg.. haiyah, bisa menempuh waktu lebih dari empat atau lima-jaman. Dan berdiri pulak. Iya, dari Bekasi menuju Bandung, seringkali nggak dapat tempat duduk, alias BERDIRI! Padahal kalau dipikir lagi, bayar karcis dengan harga yang sama, kaya penumpang yang dapat kursi empuk itu tuh..*pengennya cakar-cakar kusri*.

Tapi, saya selalu berusaha bersikat tegar. Dibawa enjoy, yaa dinikmati gituu *lirik jari kaki sama betis*. Dan dari setiap kejadian ini, serius. Saya menemukan keasikan tersendiri. Menulis sambil berdiri (pake smartphone) tentunya. Dengan cahaya latar dari hp yang lumayan menyilaukan mata. Plus jadi pusat perhatian orang didalam bus...*kalo ini nggak disengaja* hihihi.

Yups, intinya buat saya, selama kita menikmati proses perjuangan hidup. Apapun yang jadi kendala, lewaaat! Saya berusaha untuk selalu berpikir positif, selalu menyemangati diri. Dan selalu berusaha untuk belajar dan belajar terus. Ya, inilah self reflection saya terhadap postingan yang pernah dibuat. Semua saya kembalikan ke diri sendiri. Sambil tak lupa untuk selalu bercermin. Sebagai pengingat diri.


Sabtu, 22 November 2014

Pamitan Dulu


Tol




Masih kutak-katik tuts keyboard, bingung bercampur lelah apa yang musti kukerjakan sekarang. Sebagian isi kepala inginnya gelar tiker kasih bantal, nggak lupa kipas angin bertengger disebelahku, lantas bobo dengan cantiknya.. hmm suasana yang indah buatku.


Lirik jam didinding waktu udah pukul 15:50 menjelang senja. Aiih, greget banget mustinya saya buru-buru paking baju, cabut dari kantor (kebetulan sabtu ini dapat tugas piket;alias lembur) nunggu angkutan dan duduk manis deh.

*Suer, body rasanya pengen ngejoprak aja... hiks*

Ya sudahlah, apadaya otakku sudah nggak karuan apa yang dipikirin. Yang jelas dalam ingatan wajah anak-anakku, suami dan kedua orang tua seolah menggapai-gapai untuk segera kutemui. Kangennya pake banget. Ok deh aku harus semangat! iya semangat beranjak dari kursi kerja menuju tempat dimana biasa aku naik bis ke Bandung.

Rute dari kantor di Jati Asih menuju Jati Bening *halte bis di Tol* bisa memakan waktu yang nggak bisa diprediksi, bisa sampe dua jam lebih.. eh tapi nggak apa-apa kan udah bisa.. hehehe. Turun di Tol Cileunyi, naik angkot sekali bayar tiga rebu*eh, itu sebelum bbm naik, sekarang?..* halah palingan naik seribu perak.

Maklum emak rempong ini jadi perantau di kota Bekasi, seminggu sekali balik kampung ke Bandung, (nggak nanya kan..?) biasanya sih jumat malam sudah cabut dari Bekasi.

Yups, rasanya nggak bisa lama-lama cuap-cuap nih, makin sore makin nggak karuan macetnya kota Bekasi, mau nyampe jam berapa ke Bandung? Perkiraan sih jam 10anmalam nanti udah bisa stay dirumah *masih perkiraan ini mah...* kan Bandung kalau sabtu? sama aja! macet dimana-mana..
Wish me luck dong.. semoga sampai tujuan dengan selamat tidak kurang satu apapun, malah kalau bisa bertambah (nambah yang bekelin..hahaydeuh).. Mariii semua.. aku pulang dulu yaa, jangan sedih gitu dong ah.. tar senin kita kambek again...huuuek.

Jumat, 14 November 2014

#Puisi Untuk Bapakku


;Bapa
Aku tahu dirimu rindu kupeluk
Aku tahu dirimu merasakan jemariku menjauh
Saat kupulang ke rumah kau jarang kusapa
Kau bertanya 'siapa yang datang' dari balik kamar
Itupun kujawab dengan sepintas

;Bapa
Kini tubuhmu terbaring lemah
Sekedar berjalanpun butuh tuntunan
Aroma tanah merah kerap kau utarakan
Dengan linangan penyesalan berjuta kata
Sebab masa pernah kau hilangkan

;Bapa
Aku paham jalan hidup masa lalu
Aku paham nasihat waktu yang kau jeda
Aku paham tujuan langkah yang sia-sia
Aku paham salah itu dari sengaja
Tapi aku lebih paham diantara kesunyian hati kita
Ada setitik cahaya yang kubawa dengan raga
Yaitu lentera kehidupan dari alam dan kejadian nyata

;Bapa
Sorot matamu doa buatku
Dan jauhku hanya mencari celah 
Kelak kubuat dirimu menangis bahagia
Dengan senyum dan air mata berbunga
Doaku takkan berlalu
Sampai tiba pada waktunya
Sesuai namamu Nurbaya
Nur cahaya, baya laut
Tempat asalmu dilahirkan 
Lautan Qalzam

Kan ku bawa nama ruhmu dari sana.

#Puisi Untuk Bapakku
#Puisi Untuk Bapakku



Senin, 27 Oktober 2014

SUSI "PRIMADONA" PUDJIASTUTI SANG MENTERI KINI

julayjo
Foto dari wikipedia
Susi Pudjiastuti..!?

Mungkin sebelumnya orang nggak begitu ngeh dengan nama tersebut. Begitu Bapak Presiden Jokowi mengumumkan dalam kabinet kerjanya, sebuah nama muncul yang sebelumnya sama sekali diluar dugaan.

Ya, Susi Pudjiatuti. Sebuah nama yang sampai saat ini masih lekat diingatan saya. Pertama kali Iihat beliau pada tahun 2006 lalu. Saat itu beliau menjadi tamu dicaranya Kick Andy. Ah.. Sunguh luar biasa banget deh Ibu satu ini.

Diawali dari seorang pengusaha pengepakan udang bekerja sama dengan pengusaha asal Jepang *namanya saya lupa*.
Ibu Susi dengan modal Rp.750.000 nekad menjalani usaha ini. Untuk pengirimanpun sampai Ia bela-belain mengawalnya dengan tidur diatas Truk yang didalamnya berisi udang yang siap kirim. Dan beliau sendiri ikut mengangkut barang-barang tersebut. Amazing banget kan!

Ibu Susi Pudjiatuti ini sekarang berusia 49 tahun, hari lahirnya 15 Januari. Orang tuanya sih asli dari Jawa Tengah, namun sudah lebih dari 5 dekade turunannya menetap di Pangandaran Jawa Barat. Hmm.., kalau dilihat aslinya beliau ini manusia unik menurut saya. 'Dulu' tingkahnya kayak laki-laki banget. Semua teman yang pernah mengenalnya sampai ketakutan bila dideketin Ibu Susi ini. Yaa.. Mirip-mirip preman gitu, hihihi..

Nah Ibu Susi inilah yang paling pertama mendaratkan kapal Cargo miliknya, berhasil mendarat di Aceh kala tsunami menimpa. Memang sih yang nyetir bukan Ibu Susi melainkan Suaminya yang berkewarganegaraan Jerman. Banyak sudah penghargaan yang diraihnya. Dan ini memang layak beliau dapatkan.

Tapi... Yang bikin saya makin salut itu, ternyata beliau hanya mengantongi ijasah SMP *Waow* eh tapi... Katanya beliau sebenarnya pernah masuk SMA tapi hanya sampi kelas 2 saja. Setelah itu beliau lebih tertarik menjalankan usahanya, menjadi pengepul ikan.

Efek dari usaha pengepakan udang tersebut, karena ingin memudahkan pengiriman itu, kini beliau memiliki tidak kurang dari 50 pesawat terbang berbagai jenis. Yang diberi nama 'Susi Air' ini belum terhitung dari beberapa koleksi kapal laut pribadinya yang lumayan mewah.

Sungguh sosok yang patut diacungi seribu jempol deh. Kini gelar S2-nya (SD.. SMP) mampu membawanya bercokol di kabinet kerjanya Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Dan.. Pantas! Tak lepas dari segala kekurangan yang dimilikinya. Sosok Susi Pudjiastuti layak mendapat dukungan dari rakyat Indonesia. Biarkan Ia bekerja dengan tenang. Saya pribadi mendukung keputusan Bapak Presiden Jokowi menunjuk beliau sebagai menteronya.

Bravo Bu Susi...

*ini saya kontribusikan buat menyambut hari Blogger yang tepat pada tanggal 27 Oktober. Semoga postingan saya tidak menyalahi aturan dan tetap saling mensuport para Blogger lainnya, hidup Blogger!* :D