Senin, 26 Agustus 2013

MEMBANGUN MIMPI, MENGEJAR CITA-CITA

Cita cita sebenarnya sih aku sendiri kurang paham apa sesungguhnya yang patut dan sesuai dengan kemampuanku. Tapi ini telah kubuat beberapa daftar kumpulan hobiku semenjak kecil hingga sekarang.

Mengejar Mimpi

Waktu kecil (belum sekolah) pengennya jadi artis penyanyi jazz tapi yang sering kunyanyikan malah lagu dangdut Zakianya Ahmad Albar, hehehe. (Udah gitu kalau nyanyi cari kabel *kabel jemuran mama kupreteli* buat dijadiin mike*  karena terinspirasi. Kala itu kebetulan sedang ada pawai Dirgantara, dilihatnya asik banget orang pada terbang diawan (secara sekarang phobia ketinggian) *nyesel*

Waktu jaman SD pengennya jadi penulis komik. Karena seringnya baca buku cerita terutama komik komik 'smurf', BOBO, Timun Mas, tapi yang paling disuka Deni Si Manusia Ikan... Seru dan asik kalo udah baca. Dan semuanya itu hasil dari pinjaman ke temen, hihihihi *malu*. Juga pengen jadi pembalap sepeda tapi ga jadi dan ga mau jadi hobi. Begitu bisa maen sepeda udah nabrak mobil yang lagi parkir, ga tanggung aku terpental nyangkut diatas kap mobil itu dengan posisi terduduk... kalau inget kejadian ini jadi ngakak sendiri.

Jamannya remaja, tentu hobinya naik pengen jadi penulis cerpen-novel.Novel pertama yang aku baca waktu itu kalo ga salah, hmmm...apa ya? lupa! hihihihi. *ops sorry*. Tapi semua berawal dari hobi bacaku. Belum lagi kisah kasih cinta monyet, pede katean. Dan segudang sejarah tentang siapapun itu. Selalu ditulis dalam buku harianku.

Mengejar Cita-Cita

Memasuki usia dewasa justru aku mengagumi musik musik cadas, entah itu Metalica, Gun n Rose, Megadath, Slipknot pokonya yang metal abis dehh. Pergaulanku dikelilingi teman yang memang sesama hobi. Juga dengan para pecinta alam. Oh, ya aku pernah punya kenangan manis dengan hobiku yang satu ini, pertama serius dengan cowo pacarannya diatas Gunung, Jayagiri Lembang. Waktu itu momennya bertepatan 17 Agustus dengan dicanangkannya menghiasi rumah rumah dengan lampu kecil kelap kelip, ingat dong masaa itu..? hehehe.. Ternyata usia ini semakin nambah ya..Tahun berapa saya juga lupa. Indahnya pacaran diatas gunung walau ga bisa berdua duaan (banyak orang bho!)..hehehehe.

Kadang emang suka ga sadar diri kalau umur ini semakin hari semakin menyusut, diri merasa muda terus. Belum lagi bahasa anak anak sekarang juga suka diikutin, rada alay alay gimana, gictuh.." Btw semua akhirnya sampai pada pemahaman, arah mana yang hendak menjadi tujuanku sebenarnya. Dan ternyata setelah melalui beberapa pengalaman hanya satu yang melekat dengan jiwa "Menulis", ya memang kini kegiatanku sekarang. Meskipun masih dalam taraf pembelajaran. Tapi yakin seyakin yakinnya, menulis itu akan memberikan penghidupan yang layak dan pola pikir menjadi lebih smart.

Jumat, 23 Agustus 2013

Terhapus

Sedari malam yang berawal dari sore

Sadar diri setelah mencari keberadaannya


Kutelusuri kejadiannya, namun tak kutemui alasannya

'Padahal aku memuji...

'Padahal aku meneliti...

Namun sengaja kau hilangkan jati diri, mengapa?

Aku rindu kalimat sontak itu, kerap kau tuang dalam postingan

Aku baca semua kisahmu, karena kau menginspirasiku

Bukan dengan ucap kita bersua, namun seluruh kalimat itu jadi tak genap

Dan bukan dengan asmara kuberkata hati

Hanya keelokan kalimat yang membuatku terus mencari

Mengapa kau membalikkan diri diantara ketiadaan itu?...

Tapi diakhir kusadar apalah arti seorang "yuli".... Aku.

Jumat, 26 Juli 2013

Sendirian Tadi

Bola tadi tergelincir diantara jalanan yang kulalui

Menatap waktu dengan sinis namun kuterima


Seolah landaian yang kulalui terbentuk diingatan

Teriknya cahaya pagi tadi merambah keakuanku

Melintang diantara rasa tertinggal, menyudahi kala tertiup ucap

Hinggap kalimat ini karena telah diberitakan, bahwa ada keceriaan

Bergema di setiap lapisan kelompok yang berseru ceria semu

Dinding yang kutekuni tak berani menolak keinginan

Ia seakan maklum adanya diriku

Namun hati kecil tetap berkata "tak bertanggung jawab"

Hanya sebentar ko, purnama tadi malampun telah memberi sinyal

Lambat melirik beradupun seakan menyelidik, aku paham

Ijinkan ya?

Hanya sesaat makna ini tertuang tuk merebahkan adanya aku

Hai dunia batin.. Celahmu telah kurobek sedikit, tak apa kan?

Lanjut menyingsingkan kalimat yang telah disepakati

Akupun bergegas pergi kesebelah dan merampungkan nada

Nyanyian ini kutiup untukmu yang berceloteh ria

Aku ikut karena aku tahu

Minggu, 07 Juli 2013

Untuk Diammu Yang Bermakna

Seraut wajah yang abstrak akan makna dan disela cibiran dari bibirku yang mendesis dikejadian kemarin kau meluka


Membuang kesengajaan yang tiada guna karena sekilat kalimat yang tak kau faham bahwa aku menyadarkanmu

Kini semburatmu memintaku berbela bakti untuk mengurangi ketidakmampuan itu

Namun kalimatmu terlalu kusapa dan kini aku meronta merasakan derita

Diseka raut kalimatmu, diperdaya aku disisimu
Namun aku selalu patuh padamu

Sabtu, 06 Juli 2013

Aku Kembali

Aku Kembali

Gaung kehampaan seakan menjelajah di alam fikir..mengiba mengharap jelaga.

Tak pantas rasanya kuberkeras hati menyambung batin yang sempat tertoreh luka berani 

Mengharap ridho..padahal Engkau telah memberi restu
namun kadang ku sia siakan waktu..

Munafik dan terhina di keadaan yang lalu ku jalani..namun semua ku coba menapakinya dengan penuh makna dan pemahaman.. 

Walau adakalanya sang iblis menguasi diri, merendah hanya untuk menurunkan martabat diri..

Ya Allah sebatas apa aku bisa berpikir dan sebesar apa kemampuan hamba untuk melewati hal yang telah Kau maknai.

Aku khilaf, aku kalap dan aku pernah terjerembab dalam lubang yang sama..

KepedulianMu akan hidup yang kujalani sungguh menorehkan luka bagi diri,luka karena tak bisa menjadi diri yang kau ridhoi...

Diantara waktu yang kian menyusut ku susut air mata kegundahan, ku seka air mata kemarahan,,kini ku belajar melihatMu,,menyayangiMu..memaknaiMu....tuk ku melaju mengarah padamu...

Sabtu, 29 Juni 2013

Diamlah

foto dokumen





Sesakit inikah purnama diatas yang hanya memancarkan cahaya redup dan gembira

Bahkan kuketahui ada sisa gemerlap ampas tadi siang

Dibaca dan dijabarkan, hanya peluh tanpa kesan, aku marah


Bertarung dengan kalimat yang sengaja kau uraikan, aku marah



Berdialog dengan keadaan diantara sesal dan malu, aku suka



Hilang sekejap diriku tuk bisa memahami waktu



Mencari keterangan dibilahnya jurus yang kau ajukan, aku sedikit diam



Sungguh keadaan apa ini



Lalu berdamaiku dengan sanubari, dan berkilah"biarlah



Semenjak diam kau sebarkan, lalu kutautkan diantar damar damar yang gersang



Hanya senyuman kecil tanpa arti, dan akupun menunduk


Kamis, 27 Juni 2013