Jumat, 26 Juli 2013

Sendirian Tadi

Bola tadi tergelincir diantara jalanan yang kulalui

Menatap waktu dengan sinis namun kuterima


Seolah landaian yang kulalui terbentuk diingatan

Teriknya cahaya pagi tadi merambah keakuanku

Melintang diantara rasa tertinggal, menyudahi kala tertiup ucap

Hinggap kalimat ini karena telah diberitakan, bahwa ada keceriaan

Bergema di setiap lapisan kelompok yang berseru ceria semu

Dinding yang kutekuni tak berani menolak keinginan

Ia seakan maklum adanya diriku

Namun hati kecil tetap berkata "tak bertanggung jawab"

Hanya sebentar ko, purnama tadi malampun telah memberi sinyal

Lambat melirik beradupun seakan menyelidik, aku paham

Ijinkan ya?

Hanya sesaat makna ini tertuang tuk merebahkan adanya aku

Hai dunia batin.. Celahmu telah kurobek sedikit, tak apa kan?

Lanjut menyingsingkan kalimat yang telah disepakati

Akupun bergegas pergi kesebelah dan merampungkan nada

Nyanyian ini kutiup untukmu yang berceloteh ria

Aku ikut karena aku tahu

Minggu, 07 Juli 2013

Untuk Diammu Yang Bermakna

Seraut wajah yang abstrak akan makna dan disela cibiran dari bibirku yang mendesis dikejadian kemarin kau meluka


Membuang kesengajaan yang tiada guna karena sekilat kalimat yang tak kau faham bahwa aku menyadarkanmu

Kini semburatmu memintaku berbela bakti untuk mengurangi ketidakmampuan itu

Namun kalimatmu terlalu kusapa dan kini aku meronta merasakan derita

Diseka raut kalimatmu, diperdaya aku disisimu
Namun aku selalu patuh padamu

Sabtu, 06 Juli 2013

Aku Kembali

Aku Kembali

Gaung kehampaan seakan menjelajah di alam fikir..mengiba mengharap jelaga.

Tak pantas rasanya kuberkeras hati menyambung batin yang sempat tertoreh luka berani 

Mengharap ridho..padahal Engkau telah memberi restu
namun kadang ku sia siakan waktu..

Munafik dan terhina di keadaan yang lalu ku jalani..namun semua ku coba menapakinya dengan penuh makna dan pemahaman.. 

Walau adakalanya sang iblis menguasi diri, merendah hanya untuk menurunkan martabat diri..

Ya Allah sebatas apa aku bisa berpikir dan sebesar apa kemampuan hamba untuk melewati hal yang telah Kau maknai.

Aku khilaf, aku kalap dan aku pernah terjerembab dalam lubang yang sama..

KepedulianMu akan hidup yang kujalani sungguh menorehkan luka bagi diri,luka karena tak bisa menjadi diri yang kau ridhoi...

Diantara waktu yang kian menyusut ku susut air mata kegundahan, ku seka air mata kemarahan,,kini ku belajar melihatMu,,menyayangiMu..memaknaiMu....tuk ku melaju mengarah padamu...

Sabtu, 29 Juni 2013

Diamlah

foto dokumen





Sesakit inikah purnama diatas yang hanya memancarkan cahaya redup dan gembira

Bahkan kuketahui ada sisa gemerlap ampas tadi siang

Dibaca dan dijabarkan, hanya peluh tanpa kesan, aku marah


Bertarung dengan kalimat yang sengaja kau uraikan, aku marah



Berdialog dengan keadaan diantara sesal dan malu, aku suka



Hilang sekejap diriku tuk bisa memahami waktu



Mencari keterangan dibilahnya jurus yang kau ajukan, aku sedikit diam



Sungguh keadaan apa ini



Lalu berdamaiku dengan sanubari, dan berkilah"biarlah



Semenjak diam kau sebarkan, lalu kutautkan diantar damar damar yang gersang



Hanya senyuman kecil tanpa arti, dan akupun menunduk


Kamis, 27 Juni 2013

Maaf-Ku

Beranjak dari biduk yang penuh cambuk. 

Beringsut dari kealfaan yang kusut 

Kumerajut hal yang kalut

Karena semua berujung dari rasa takut. 

Sempat kusemaput, dan kini kumulai larut 

Melalui cenayang yang ikut menuntun lalu ku sebut


Menghela nafas menghembus nafsu

Mencari jelas menuai lekas, ku bergegas

Diambang malam yang bergelombang

Diam sesaat dermakan siasat akan hal yang penuh sesat

Namun ternyata tak berujung manfaat

Ku minta maaf,,, 

Uraian kata ulaskan berita sebab apa kubercerita

Ternyata tiada guna,,ku minta maaf

Rabu, 26 Juni 2013

Di Jalan Yang Ku Tuju

Semburat jingga yang membiaskan cahaya kemilau

Sedekat itu pula seakan ingin kuhampiri

Berjalan dengan langkah tertatih tatih

Kulirik dengan senyuman genit dan berucap

"Mau kapan?"

Kibasan harapan yang sejak lalu kubangun


Kini meronta dan menggeliat seakan pasti

Aku hanya mampu berjalan perlahan

Sebab bayanganku telah jauh meninggalkanku

Lalu kutoleh dan mencoba berdamai

"ayoo, sudah siap belum?"

Lalu berlari dan menari dengan riang

Bulan sabit merah kini menghampiriku, dan aku setuju